Momentum Hari Santri Nasional, Masjid Al-Latiif Bringin Usung Semangat “Dari Masjid Kita Bangkit”

|
23 Oktober 2026
|
Momentum Hari Santri Nasional, Masjid Al-Latiif Bringin Usung Semangat “Dari Masjid Kita Bangkit”

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat pentingnya peran masjid dalam membangun kehidupan keagamaan, mempererat silaturahmi, serta membentuk karakter masyarakat. Semangat inilah yang terus digaungkan pengurus Takmir Masjid Al-Latiif, Dukuh Krajan RT 01/RW 01, Desa Bringin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dari beragam kalangan.

Meski masih dalam tahap pembangunan dan belum sepenuhnya rampung, Masjid Al-Latiif telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Dengan fasilitas yang masih sederhana, termasuk alas karpet seadanya, masjid ini justru menjadi pusat kegiatan yang terus berkembang berkat kreativitas dan semangat kebersamaan para pengurus serta jamaah.

Harinanto, yang akrab disapa Mas Hari selaku Ketua Takmir Masjid Al-Latiif, terus berinovasi untuk mengajak masyarakat agar semakin dekat dengan masjid dan membiasakan diri melaksanakan salat berjamaah.

Salah satu program unggulannya adalah “Jumat Subuh Berkah”, sebuah kegiatan kajian rutin setiap Jumat seusai salat Subuh. Program ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar dan menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan suasana masjid, khususnya pada waktu Subuh.

Menurut Mas Hari, mengajak masyarakat untuk aktif beribadah di masjid membutuhkan pendekatan yang tepat, kesabaran, dan kebersamaan. Ia mengakui, pada awalnya masih ada sebagian warga yang belum terbiasa datang ke masjid, kecuali pada momentum tertentu seperti Ramadan dan hari besar Islam.

“Berbagai pendekatan kami lakukan bersama teman-teman pengurus dan jamaah aktif. Harapan kami, masyarakat mau mendekat ke masjid terlebih dahulu. Dari situ, pelan-pelan kita bangun kebiasaan salat berjamaah sekaligus meningkatkan pemahaman agama,” ungkapnya.

Salah satu cara yang dilakukan adalah mengadakan kegiatan ngopi bersama setiap hari seusai salat Subuh. Kegiatan sederhana tersebut menjadi ruang untuk bercengkerama, bertukar pikiran, dan mempererat hubungan antarwarga.

Pendekatan yang santai dan penuh kekeluargaan itu mendapat respons positif. Masjid tidak hanya menjadi tempat untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan yang membuat masyarakat merasa nyaman dan memiliki kedekatan dengan lingkungan masjid.

Selain itu, dalam kajian Jumat Subuh Berkah, pengurus terkadang memberikan kejutan berupa hadiah atau doorprize kepada jamaah. Cara tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus penyemangat agar masyarakat semakin antusias mengikuti kegiatan keagamaan.

Melalui slogan “Dari Masjid Kita Bangkit”, Mas Hari berharap masjid mampu menjadi titik awal perubahan positif dalam kehidupan masyarakat. Bangkit dari kebiasaan yang kurang produktif, bangkit semangat menjaga kesehatan, bangkit dalam mencari rezeki, hingga bangkit secara ekonomi demi terwujudnya kesejahteraan jamaah dan kemakmuran masjid.

Ia menegaskan, seluruh kegiatan yang berjalan tidak lepas dari peran serta dan kerja sama para pengurus takmir serta jamaah aktif yang selama ini menjaga kekompakan dalam memakmurkan Masjid Al-Latiif.

“Semua ini berkat kebersamaan teman-teman pengurus dan jamaah yang selalu kompak. Kami ingin masjid ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk kegiatan yang membawa kebaikan bersama,” tambahnya.

Tak hanya kajian Subuh, Masjid Al-Latiif juga memiliki beragam program keagamaan lainnya. Di antaranya khataman Al-Qur’an setiap Minggu Pahing serta doa bersama setiap Kamis malam Jumat setelah salat Magrib.

Untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan agama sejak dini, pengurus juga menyelenggarakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) setiap Senin hingga Kamis dan Sabtu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi yang berakhlak baik.

Menariknya, kegiatan pembinaan anak-anak dan remaja juga dipadukan dengan aktivitas olahraga melalui latihan bela diri Ju-Jitsu. Latihan dilaksanakan setiap Jumat malam dan Minggu sore pukul 15.00 WIB. Program ini menjadi upaya untuk mengajak anak-anak dan remaja tetap aktif, sehat, disiplin, serta memiliki kegiatan positif.

Mas Hari, yang juga bertindak sebagai pelatih Ju-Jitsu, menekankan bahwa latihan tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan bela diri. Sebelum latihan dimulai, anak-anak dibiasakan mengikuti salat berjamaah, menghafal Asmaul Husna, serta mengaji bersama.

Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan akhlak anak sejak dini. Dengan memadukan pendidikan agama dan olahraga, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta memiliki nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial.

Dalam momentum Hari Santri Nasional, Mas Hari juga mengajak masyarakat, khususnya warga di sekitar Masjid Al-Latiif, untuk bersama-sama menjaga dan memakmurkan masjid.

Menurutnya, masjid hendaknya tidak hanya dipandang sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, mempererat ukhuwah Islamiyah, pusat edukasi, dakwah, dan kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi umat.

Semangat Hari Santri Nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Melalui berbagai program yang dijalankan, Masjid Al-Latiif berupaya membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat. Dengan kebersamaan, kreativitas, dan semangat pengabdian, masjid diharapkan semakin makmur dan mampu menjadi pusat kebangkitan masyarakat.

Dari Masjid Al-Latiif, semangat itu digaungkan: dari masjid kita bangkit, dari kebersamaan kita kuat, dan dari nilai-nilai agama kita membangun masyarakat yang lebih baik.(*)