Tragis! Pria 50 Tahun di Ponorogo Ditemukan Meninggal di Atas Pohon Trembesi

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Seorang pria bernama Nurkolis (50), warga Dusun Pacar, RT 02/RW 02, Desa Prajekan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, ditemukan meninggal dunia di atas pohon trembesi pada Jumat (23/10/2026) malam. Korban ditemukan setelah pihak keluarga melakukan pencarian karena tak kunjung pulang hingga malam hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diketahui diminta oleh tetangganya untuk merampingkan atau memangkas ranting pohon trembesi yang lokasinya cukup jauh dari rumah korban. Pada Jumat (23/10/2026) siang, korban kemudian berangkat untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Sebelum pergi, korban hanya berpamitan kepada keluarga yang berada di rumah bahwa dirinya hendak keluar. Korban tidak memberitahukan kepada pemilik lahan atau pohon mengenai aktivitas yang akan dilakukannya.
Hingga menjelang waktu Magrib, korban belum juga kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir dan melakukan pencarian. Pencarian berlanjut hingga malam hari.
Sekitar pukul 23.00 WIB, keluarga menemukan sejumlah petunjuk di lokasi berupa ranting pohon trembesi yang telah dipotong, sandal, serta gergaji. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke bagian atas pohon, ditemukan sosok korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Ciri-ciri korban sesuai dengan anggota keluarga yang sedang dicari. Pihak pemerintah desa kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek setempat, yang selanjutnya diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo.
Tim Gabungan Lakukan Evakuasi hingga Dini Hari
Pada pukul 23.30 WIB, tim piket menerima laporan mengenai adanya seorang warga yang meninggal dunia di atas pohon. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas bersama unsur terkait segera melakukan penanganan dan proses evakuasi di lokasi kejadian.
Proses evakuasi melibatkan BPBD Kabupaten Ponorogo, kepolisian, TNI dari Koramil setempat, relawan, serta warga sekitar. Setelah melalui proses penanganan di lokasi, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Sabtu (24/10/2026) pukul 02.50 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Adi, anggota BPBD Kabupaten Ponorogo, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan bersama unsur terkait dan warga setempat setelah pihaknya menerima laporan kejadian tersebut.
“Setelah menerima laporan, kami bersama petugas gabungan, relawan, dan warga segera melakukan penanganan di lokasi. Proses evakuasi berlangsung hingga Sabtu dini hari, dan korban berhasil diturunkan dari atas pohon sekitar pukul 02.50 WIB,” ujar Adi.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban diduga meninggal akibat kondisi kesehatan, dengan riwayat penyakit jantung. Namun, keterangan tersebut perlu merujuk pada informasi resmi pihak kepolisian atau hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan pekerjaan di ketinggian, terlebih ketika memangkas ranting pohon. Masyarakat juga diimbau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik, menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, serta memberitahukan lokasi dan aktivitas kepada keluarga sebelum bekerja.(*)