Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Warga Ponorogo Kini Punya Akses Penyeberangan yang Aman

|
27 Oktober 2026
|
Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Warga Ponorogo Kini Punya Akses Penyeberangan yang Aman

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII Tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses penyeberangan sungai. Kehadiran jembatan yang dibangun melalui kerja sama pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas warga, Selasa (27/10/2026).


Dalam program pembangunan tahap VII ini, Kodim 0802/Ponorogo bersama masyarakat dan unsur terkait mengerjakan lima jembatan yang tersebar di lima kecamatan. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.


Adapun lima lokasi pembangunan meliputi Sungai Bengawan di Dukuh Wotmangu, Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo; Sungai Swiyu di Dukuh Bondalem, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan; Sungai Keyang Atas di Dukuh Kendal, Desa Bareng, Kecamatan Pudak; Sungai Tempuran di Dukuh Tanjungrejo, Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong; serta wilayah Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.


Pembangunan jembatan tersebut disambut antusias oleh warga, terutama masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan memutar untuk mencapai wilayah di seberang sungai. Bagi mereka, jembatan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan akses penting yang dapat mempersingkat perjalanan dan memberikan rasa aman saat beraktivitas.


Salah satu warga yang merasakan manfaat pembangunan tersebut adalah masyarakat Desa Tanjunggunung, Kecamatan Badegan. Sugito (44), Kamituwo Dukuh Krajan, mengungkapkan bahwa warga telah lama mengharapkan adanya jembatan yang memudahkan mereka menyeberangi sungai.


Menurutnya, sebelum jembatan dibangun, warga harus menghadapi kondisi sungai yang dalam dengan arus cukup deras. Situasi tersebut membuat masyarakat tidak berani menyeberang secara langsung, sehingga harus mencari jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.


“Alhamdulillah, sangat terbantu. Sebelum ada jembatan, masyarakat tidak berani menyeberang karena aliran sungainya deras dan dalam. Kalau ingin menuju wilayah seberang, warga harus memutar sejauh tujuh sampai delapan kilometer,” ungkap Sugito.


Ia menyampaikan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang kini hampir rampung menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat setempat. Warga berharap keberadaan jembatan tersebut nantinya dapat memperlancar perjalanan sehari-hari serta memudahkan akses menuju berbagai kebutuhan, termasuk kegiatan ekonomi dan sosial.


Sugito juga mengapresiasi keterlibatan anggota TNI bersama masyarakat dalam proses pembangunan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan selama pengerjaan menjadi salah satu hal yang menumbuhkan optimisme warga terhadap selesainya infrastruktur tersebut.


Mewakili masyarakat Dukuh Krajan, ia turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah pedesaan.


Bagi masyarakat, Jembatan Perintis Garuda diharapkan menjadi penghubung yang membawa perubahan nyata. Ketika jembatan selesai dibangun dan dapat dimanfaatkan, warga tidak lagi harus menempuh perjalanan berkilometer untuk mencapai wilayah seberang, sekaligus memiliki akses penyeberangan yang lebih mudah dan aman.


Pembangunan ini pun menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang menjawab kebutuhan warga hingga ke pelosok daerah.(*)