BAZNAS Jatim Salurkan Beragam Bantuan di Ponorogo, Bunda Lisdyarita Sampaikan Apresiasi

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu di Kabupaten Ponorogo terus diperkuat melalui berbagai program bantuan sosial. Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Ponorogo menghadirkan sejumlah program yang menyasar sektor pendidikan, perlindungan tenaga kerja, penyediaan air bersih hingga pembangunan rumah layak huni.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Selasa (03/10/2026). Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., yang hadir dan menyampaikan terima kasih atas perhatian BAZNAS terhadap kondisi sosial masyarakat di Ponorogo.
Menurut Lisdyarita, bantuan yang disalurkan tidak sekadar meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian nyata dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Terlebih, program yang dijalankan mencakup berbagai kebutuhan penting yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia menegaskan, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kerja bersama. Pemerintah kabupaten, menurutnya, perlu terus membangun kemitraan dengan berbagai lembaga agar program sosial dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ponorogo, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur serta BAZNAS Kabupaten Ponorogo. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, mulai perlindungan jaminan sosial, beasiswa, akses air bersih, pembangunan rumah layak huni hingga bantuan sembako,” ujar Bunda Lisdyarita.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Kabupaten Ponorogo mendukung perlindungan bagi 3.500 guru honorer dan 1.000 marbot masjid. Langkah ini diharapkan memberikan rasa aman bagi para pekerja yang selama ini turut berkontribusi dalam bidang pendidikan maupun pelayanan keagamaan.

Di bidang pendidikan, bantuan juga diberikan dalam bentuk beasiswa bagi pelajar, mulai tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa perguruan tinggi. Program tersebut menjadi salah satu upaya membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Sementara itu, untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap air bersih, BAZNAS Jatim mengalokasikan dana sebesar Rp150 juta guna mendukung pembangunan jaringan pipanisasi. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses air bersih secara lebih mudah.
Perhatian terhadap kebutuhan tempat tinggal juga diwujudkan melalui bantuan pembangunan enam unit Rumah Layak Huni (RLH) dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Dukungan tersebut diperkuat BAZNAS Kabupaten Ponorogo yang turut mengalokasikan bantuan untuk pembangunan empat unit rumah bagi warga yang membutuhkan.
Selain program tersebut, kegiatan sosial juga menyentuh pemenuhan kebutuhan pangan. Sebanyak 44 paket sembako dibagikan kepada masyarakat melalui sinergi bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Dalam kesempatan yang sama, digelar pula kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo periode 2026–2031, H. Sukarni, S.Sos., M.M., diharapkan mampu melanjutkan sekaligus meningkatkan sinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Timur. Dengan koordinasi yang semakin kuat, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Keterlibatan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Dony Eko Setiawan, dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari upaya memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi pekerja rentan.
Melalui berbagai program tersebut, kolaborasi BAZNAS, pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, PMI dan unsur lainnya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sinergi lintas lembaga ini menjadi modal penting untuk menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, keterlibatan berbagai pihak dalam membantu masyarakat menjadi wujud nyata semangat gotong royong. Harapannya, semakin banyak warga yang memperoleh perlindungan sosial, kesempatan mengenyam pendidikan, akses kebutuhan dasar, serta tempat tinggal yang lebih layak.(*)