Kemilau PRP 2026 Sulap Alun-Alun Ponorogo Jadi Pusat Pesta Rakyat, Last Child Sukses Hipnotis Pengunjung

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Suasana Alun-Alun Ponorogo berubah semarak dan dipadati ribuan pengunjung saat Kemilau Pekan Raya Ponorogo (PRP) 2026 resmi dibuka, Selasa (3/11/2026) malam. Gelaran yang menghadirkan pameran inovasi, produk unggulan daerah, bazar UMKM hingga hiburan musik tersebut menjadi magnet masyarakat untuk menikmati beragam potensi Kabupaten Ponorogo dalam satu kawasan.
Kemegahan acara pembukaan semakin terasa dengan kehadiran grup musik Last Child yang tampil di panggung utama. Penampilan band tersebut berhasil menyedot perhatian pengunjung yang memadati kawasan alun-alun. Sejumlah lagu populer seperti Separuh Nafas Ini, Diary Depresiku, Sekuat Hatimu, dan Duka turut mengiringi kemeriahan malam pembukaan.
Konsep penyelenggaraan Kemilau PRP 2026 sekilas menghadirkan suasana seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. Berbagai stan pameran dan perdagangan berpadu dengan panggung hiburan rakyat, sehingga menjadi ruang berkumpul sekaligus sarana promosi potensi daerah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa Kemilau PRP bukan sekadar agenda perayaan maupun pameran tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kebangkitan bersama dengan menampilkan berbagai potensi, kreativitas, dan hasil pembangunan daerah.
“Kemilau Pekan Raya Ponorogo bukan sekadar perayaan dan pameran, melainkan panggung kebangkitan bersama untuk menunjukkan berbagai potensi daerah,” tegas Lisdyarita.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada seluruh perangkat daerah, mulai dari sekretariat, inspektorat, dinas, badan hingga kecamatan, untuk memperkenalkan program serta pelayanan publik kepada masyarakat. Melalui stan yang tersedia, masyarakat bisa mendapatkan informasi secara lebih mudah mengenai berbagai layanan pemerintah.
Selain menjadi sarana penyampaian informasi pemerintahan, Kemilau PRP juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. Para inovator dan pelajar pun mendapat kesempatan memamerkan hasil karya serta kreativitas mereka.

“Panggung bagi UMKM untuk promosi dan memperluas pasar agar naik kelas. Panggung bagi para inovator dan pelajar untuk berkarya serta berkompetisi,” ungkapnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kemilau PRP menghadirkan 48 stan finalis inovasi teknologi (Inotek) dari perangkat daerah dan sekolah di Ponorogo. Selain itu, tersedia 40 stan bazar UMKM yang menawarkan beragam produk lokal, mulai dari hasil kerajinan, makanan, minuman hingga produk kreatif lainnya.
Kehadiran puluhan stan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung perkembangan inovasi dan kreativitas yang lahir dari lingkungan pemerintahan, pendidikan maupun pelaku usaha lokal. Di sisi lain, ajang ini diharapkan mampu mempertemukan produsen dengan calon konsumen sehingga membuka peluang kerja sama dan pemasaran yang lebih luas.
Hal menarik lainnya adalah hadirnya Future Mobility Showcase yang menampilkan perkembangan teknologi kendaraan masa depan. Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat berbagai kendaraan listrik, baik mobil maupun sepeda motor, lengkap dengan fasilitas pengisian daya.
Lisdyarita menjelaskan, kehadiran pameran kendaraan listrik tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan, tetapi juga sarana edukasi agar masyarakat semakin mengenal perkembangan teknologi transportasi ramah lingkungan.
“Kehadiran pameran ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh teknologi kendaraan masa depan,” terangnya.
Tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja dan melihat berbagai inovasi, Kemilau PRP 2026 juga menghadirkan hiburan yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis. Pada malam pembukaan, sejumlah penampil turut memeriahkan acara, di antaranya DJ Vent, Titik Balik Band, dan Kidnep Flanella sebelum dilanjutkan dengan penampilan utama Last Child.
Keseruan tersebut masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan. Panitia juga menyiapkan penampilan festival band pelajar setiap hari sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan bakat di bidang musik.
Sementara itu, pada malam penutupan, Jumat (6/11/2026), panggung utama Alun-Alun Ponorogo dijadwalkan menghadirkan Ndar Boy Genk. Kehadiran penyanyi tersebut diperkirakan kembali menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan sekaligus menyaksikan rangkaian akhir Kemilau PRP tahun ini.
Lisdyarita menyampaikan bahwa hiburan rakyat menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati kemeriahan acara tanpa harus mengeluarkan biaya untuk menyaksikan pertunjukan.
“Yang juga kita nantikan adalah panggung hiburan rakyat gratis, di mana seluruh lapisan masyarakat bisa ikut berpesta dan menikmati hiburan bersama. Jangan lupa, setiap harinya juga tetap ada penampil festival band pelajar,” ujarnya.
Lebih jauh, Plt. Bupati berharap Kemilau PRP dapat menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, inovator, pelajar, komunitas kreatif hingga masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, berbagai potensi lokal diharapkan semakin dikenal dan mampu memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Ia juga mengajak masyarakat dari luar Ponorogo untuk datang dan menikmati rangkaian kegiatan tersebut. Tidak hanya mengunjungi area pameran, wisatawan juga didorong untuk menjelajahi destinasi wisata serta mencicipi aneka kuliner khas Ponorogo.
“Jangan lupa, ketika di Ponorogo nikmati kulinernya dan nikmati keindahan Telaga Ngebel,” pungkasnya.(*)