Anie Sebut MBG Investasi Jangka panjang di Peresmian SPPG Patihan Kidul 2 Siman Ponorogo

Anie Sebut MBG Investasi Jangka panjang di Peresmian SPPG Patihan Kidul 2 Siman Ponorogo

SIMETRIS, PONOROGO – Berbagai elemen masyarakat terus mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan secara optimal. Kehadiran Forkopimcam Siman, para kepala desa se-Kecamatan Siman, pengurus BGN Ponorogo, NU Care, mitra serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), hingga Anie Hasim Djojohadikusumo dalam peresmian SPPG Patihan Kidul, Siman, Ponorogo. Kamis, (11/6) menjadi bukti dukungan tersebut.

Mitra SPPG Patihan Kidul 2 Siman, H. Sugeng Hariono atau lebih dikenal Sugeng Srikandi menyampaikan bahwa pembangunan dapur tersebut dibangun tidak hanya untuk mendukung program MBG, melainkan sebagai misi sosial Yayasan Srikandi Berkah Abadi dalam memberikan manfaat berlapis mulai dari sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Banyaknya manfaat yang dirasakan masyarakat, diharapkan menjadi faktor agar program MBG terus berjalan memberikan pelayanan,” ujarnya, Kamis, (11/6).

Sedangkan, Hardjono Ketua Harian Satgas MBG Ponorogo menyebut sampai saat ini, ada 76 dapur SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Ponorogo dengan jumlah penerima manfaat mencapai 100 ribu lebih, yang meliputi balita, pelajar, santri pondok pesantren, ibu hamil, ibu menyusui yang tersebar di Wilayah Kabupaten Ponorogo.

“Di Ponorogo, respons penerima manfaat baik dari anak-anak dan guru sangat positif, karena dinilai meningkatkan gizi dan pertemuan ekonomi yang signifikan,” terangnya.

Dampak program MBG memberikan dampak yang sangat signifikan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan gizi, penyerapan tenaga kerja, permintaan hasil pertanian, peternakan, dan peningkatan geliat UMKM lokal.

“Program MBG menyerap ribuan tenaga kerja, para petani, peternak, UMKM juga lebih memiliki pasar yang semakin luas melalui adanya dapur SPPG,” tambahnya.

Sementara, Deputi BGN, Nyoto Suwignyo menguraikan pentingnya inovasi dalam pengolahan daur, termasuk pemanfaatan teknologi energi terbarukan seperti tenaga surya untuk efisiensi operasional di dapur SPPG.

“Semoga Ponorogo menjadi pionir dalam pengamanan dapur MBG berbasis pemberdayaan masyarakat dan teknologi terbarukan,” ucapnya.

Disi lain, Anie Hasyim Djoyohadikusumo memberikan apresiasi atas fasilitas dapur SPPG Patihan Kidul 2, Siman yang dinilai sangat representatif dan berpotensi menjadi model dapur percontohan di Ponorogo maupun daerah yang lain. Selain itu, ia mendorong pengembangan unit produksi pangan seperti pabrik tempe modern, sehingga mampu menghasilkan kapasitas produksi yang besar dan penyerapan tenaga kerja yang lebih luas. Dengan begitu penguatan ekonomi masyarakat juga akan semakin meningkat lebih luas.

“Pusat produksi pangan lokal modern lokal harus mulai digagas sebagai langkah pemberdayaan masyarakat, jadi program MBG akan semakin berdampak luas pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Lebih dari itu, ia menyebut bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Ini investasi jangka panjang, disamping menyiapkan generasi emas untuk masa depan bangsa, juga penguatan ekonomi sekaranmasif dan berkelanjutan,” pungkas Anie Hasyim Djoyohadikusumo saat di peresmian SPPG Patihan Kidul 2, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. (*)