Peringati Harganas, Bupati Magetan: Ayah Wajib Hadir

Peringati Harganas, Bupati Magetan: Ayah Wajib Hadir

SIMETRIS NEWS, MAGETAN – Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi perubahan pola asuh anak di Kabupaten Magetan.

Mengusung tema sentral “Ayah Wajib Hadir”, peringatan tahun ini memberikan pesan kuat bahwa figur seorang ayah tidak lagi bisa digantikan hanya dengan materi. Pesan mendalam tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Sumantri, yang menyebut keluarga sebagai lembaga pendidik pertama dan utama bagi anak.

“Kehidupan seribu hari pertama anak itu sangat ditentukan oleh keluarga,” ujarnya, Senin, (29/6).

Ia menambahkan bahwa dalam membangun fondasi keluarga yang kokoh, dituntut peran aktif dari seorang ayah untuk mengambil bagian secara penuh.

“Jadi ayah itu jangan merasa kalau sudah bisa memberikan segala sesuatunya (materi) itu sudah cukup, tidak. Ada yang sangat diperlukan, yaitu kehangatan dan kehadiran bapak di tengah keluarga. Itu sangat perlu,” tegas Bupati Nanik.

Senada dengan arahan Bupati, Kepala Dinas PPKB PP&PA Kabupaten Magetan Kartini menjelaskan bahwa tema “Ayah Wajib Hadir” tidak akan sekadar menjadi slogan, melainkan akan diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan pendidikan.

Kartini mengungkapkan bahwa ke depan akan ada kebijakan khusus terkait keterlibatan ayah dalam momen-momen penting sekolah anak. Salah satunya adalah kewajiban bagi para ayah untuk mengambil rapor secara serentak.

“Kaitan dengan ambil rapor serentak itu, wajib ayah yang mengambil,” ujarnya

Tidak hanya sampai di situ, kehadiran ayah juga diwajibkan saat momen transisi penting anak ketika pertama kali menginjakkan kaki di jenjang sekolah baru.

“Satu lagi kaitan dengan anak ketika masuk pertama kali ke sekolah, itu wajib diantar oleh ayah juga. Ini semua sesuai dengan tema hari ini, Ayah Wajib Hadir,” pungkasnya.

Kebijakan ini diharapkan mampu mempererat ikatan emosional antara ayah dan anak, sekaligus memperkuat fondasi keluarga di Magetan melalui kolaborasi pengasuhan yang seimbang antara ayah dan ibu. (*)