Bacakades di Ponorogo Mulai Menguat di Publik

|
26 June 2026
|
Bacakades di Ponorogo Mulai Menguat di Publik

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Menjelang perhelatan akbar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027. Sederet tokoh masyarakat mulai muncul dan atau dimunculkan masyarakat. Sosok pemimpin baru seringkali menjadi semangat dan harapan masyarakat dalam melakukan perubahan desa menjadi lebih baik. Hal ini seperti tegambar di Desa Kunti, Kecamatan Sampung dan Desa Belang Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Kunti, Kecamatan Sampung, Purwanto (Gapung) menilai bahwa pembangunan di desanya, selama belum berjalan optimal, meski ada sejumlah program yang telah dilaksanakan, hasilnya belum mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.

“Pembangunan ada, namun melihat potensi besar di desanya, pembangunan belum maksimal dan terlaksana dengan baik,” ujarnya Jumat, (26/6).

Menurutnya, persoalan utama terletak pada lemahnya tata kelola desa, khususnya dalam hal pendataan dan pemanfaatan aset. Pasar desa dan sejumlah aset lainnya dinilai belum dikelola secara profesional, sehingga belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Selain itu, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi lokal juga belum mendapatkan perhatian serius. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi warga berjalan lambat dan belum merata.

Gapung juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana di desa. Infrastruktur jalan yang belum memadai, belum tersedianya lapangan desa, serta minimnya aktivitas kepemudaan menjadi indikator bahwa pembangunan belum menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat.

“Harus ada inovasi terkait pemberdayaan lokal desa dengan langkah konkret untuk meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks itulah, Pilkades 2027 dipandang sebagai momentum penting untuk perubahan. Warga berharap munculnya pemimpin visioner yang mampu membawa arah baru bagi Desa Kunti tidak hanya sekadar melanjutkan program, tetapi juga menghadirkan solusi nyata.

Pemimpin yang diharapkan, lanjutnya, adalah sosok yang mampu membaca potensi desa secara komprehensif, berkolaborasi dengan pihak luar, memperkuat pemberdayaan UMKM, serta membangun sistem pengelolaan aset yang transparan dan produktif.

Sementara, Wasono (Plontho), tokoh masyarakat Desa Belang, Kecamatan Bungkal yang hari ini namanya ikut mencuat ditengah masyarakat sebagai calon kepada desa bersama tokoh lainnya. Ia menilai bahwa dalam kehidupan di desa, yang penting harus bisa menempatkan diri di tengah masyarakat untuk ikut serta dalam pembangunan masyarakat dan desa.

“Kita mengikuti arus saja, apa rumusan pembangunan oleh masyarakat, dan bagaimana kriteria kepala desa yang diinginkan masyarakat,” ujarnya santai.

Menurutnya, setiap warga bisa ikut serta dalam pembangunan desa sesuai dengan tempat dan kapasitasnya. Ia menekankan untuk ikut serta dalam pembangunan desa, tidak harus menjadi kepala desa, namun sebagai kepala desa harus punya inovasi, harus punya mimpi, harus punya target selama kepemimpinannya, desa akan dijadikan sebaik apa, berdasarkan ide-ide masyarakat luas.

“Ya, intinya membangun desa tidak harus jadi kepala desa, tapi kepala desa harus punya orientasi dan mimpi besar tentang pembangunan masyarakat dan desa,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah benar mau ikut mencalonkan sebagai Kepala Desa Belang, ia hanya menjawab santai, waktunya masih lama, kita ikuti saja arus kehendak dan keinginan masyarakat, kalau memang merasa mampu melaksanakan kehendak masyarakat, ya mungkin mencalonkan, tapi kalau tidak, ya itu tadi, ikut serta dalam pembangunan desa tidak harus menjadi kepala desa.

Dua tokoh Purwanto (Gapung) atau Wasono (Plontho), hanya sekelumit dinamika yang muncul menjelang Pilkades serentak di Kabupaten Ponorogo, hal ini sebagai bukti bahwa momentum Pilkades merupakan langkah awal dalam meningkatkan pembangunan masyarakat dan desa. (*)