Bukan Sekadar Naik Sabuk, 326 Siswa Jiu-Jitsu Ponorogo Tengah Dipantau Jadi Calon Atlet

|
13 September 2026
|
Bukan Sekadar Naik Sabuk, 326 Siswa Jiu-Jitsu Ponorogo Tengah Dipantau Jadi Calon Atlet

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Sebanyak 326 siswa Jiu-Jitsu Kabupaten Ponorogo mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang digelar di Lapangan Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Ahad (14/9/2026).


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai materi latihan. Bagi pengurus Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI) Cabang Ponorogo, UKT juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan sekaligus memetakan potensi atlet yang dipersiapkan untuk regenerasi.


UKT sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap empat bulan atau tiga kali dalam setahun. Melalui ujian tersebut, kemampuan para siswa dapat dipantau secara berkala sesuai tahapan pembinaan yang mereka jalani.


Ketua Jiu-Jitsu Kabupaten Ponorogo Muryanto, SIP, atau yang akrab disapa Mbah Beru, mengatakan kenaikan tingkat bukan satu-satunya tujuan dari pelaksanaan UKT.
Menurutnya, proses ujian juga menjadi sarana bagi pengurus untuk melihat sejauh mana perkembangan siswa, termasuk menemukan bibit-bibit atlet yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.


“Hari ini tahapan kenaikan sabuk, mulai dari putih, kuning hingga hijau. Dari sini nanti kita tahu bibit-bibit atlet yang akan datang sudah mulai kelihatan,” kata Muryanto.


Ia menambahkan, pembinaan Jiu-Jitsu di Ponorogo tidak hanya diberikan kepada siswa yang telah memiliki prestasi dalam pertandingan. Siswa yang belum menunjukkan capaian di arena kompetisi tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang.


Hal tersebut penting karena kemampuan setiap siswa tidak selalu terlihat pada waktu yang sama. Selain itu, Jiu-Jitsu memiliki berbagai nomor pertandingan yang memungkinkan siswa diarahkan sesuai karakter dan kemampuan masing-masing.


Beberapa kategori yang dipertandingkan antara lain fighting, show system, newaza dan sejumlah kategori lainnya.
Dengan banyaknya pilihan nomor pertandingan, pengurus dapat melakukan pemetaan lebih mendalam. Siswa yang belum menonjol di satu kategori masih berpeluang menemukan potensi terbaiknya pada nomor pertandingan yang berbeda.


Pembinaan tersebut juga didukung oleh rekam jejak prestasi Jiu-Jitsu Ponorogo di tingkat Jawa Timur. Dalam perkembangannya, Jiu-Jitsu Ponorogo disebut telah menjadi salah satu kekuatan yang cukup diperhitungkan di Jawa Timur.


Sekretaris IJI sekaligus PBJI Kabupaten Ponorogo, Supeno, mengatakan salah satu indikatornya adalah prestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Menurutnya, Jiu-Jitsu Ponorogo telah dua kali berturut-turut menyandang predikat juara umum Porprov Jawa Timur.


Capaian tersebut menjadi modal berharga dalam melanjutkan pembinaan atlet. Pengalaman bertanding di tingkat provinsi juga menjadi bagian dari proses untuk mempersiapkan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi.


Bahkan, sejumlah atlet asal Ponorogo telah mampu menembus level nasional hingga Asia.
“Alhamdulillah, ada dari Jujitsusan Ponorogo yang mewakili di tingkat nasional bahkan ke Asia,” ujar Supeno.


Prestasi atlet Jiu-Jitsu Ponorogo juga tercatat hingga ajang SEA Games di Kamboja. Atlet asal Ponorogo pernah dipercaya memperkuat kontingen Indonesia dan berhasil membawa pulang medali.


Karena itu, pelaksanaan UKT terhadap 326 siswa tersebut memiliki arti lebih luas. Mereka bukan sekadar mengikuti tahapan kenaikan sabuk, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang regenerasi atlet Jiu-Jitsu Ponorogo.
Supeno menjelaskan, UKT menjadi salah satu tolok ukur untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi maupun program latihan yang telah diberikan selama proses pembinaan.


Hasil ujian selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengurus. Dari evaluasi tersebut, perkembangan setiap siswa dapat diketahui sekaligus menjadi dasar untuk memetakan potensi yang bisa dikembangkan ke depan.
“Harapan kami, UKT ini sebagai tolok ukur kemampuan siswa sekaligus mempersiapkan kader untuk berkarier di tingkat regional, nasional maupun internasional,” jelas Supeno.


Pembinaan secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk menjaga kesinambungan prestasi Jiu-Jitsu Ponorogo. Prestasi yang telah diraih para atlet sebelumnya diharapkan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.


Ratusan siswa yang mengikuti UKT pun menjadi bagian dari proses tersebut. Mereka tidak hanya berlatih untuk mencapai tingkat sabuk yang lebih tinggi, tetapi juga dibentuk agar memiliki kemampuan dan mental bertanding yang dapat terus berkembang.


Dari 326 siswa yang mengikuti UKT, bukan tidak mungkin akan lahir atlet-atlet baru yang kelak berdiri di podium dan mengharumkan nama Ponorogo.


Mereka diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu membawa nama Jiu-Jitsu Ponorogo semakin jauh, mulai dari tingkat Jawa Timur, nasional hingga panggung internasional. (*)