Karhutla di Hutan Sampung Berhasil Dipadamkan, Babinsa Bersama Warga Bergerak Cepat

|
27 September 2026
|
Karhutla di Hutan Sampung Berhasil Dipadamkan, Babinsa Bersama Warga Bergerak Cepat

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di kawasan hutan Dusun Sampung Kidul, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Minggu (27/09/2026).


Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.30 WIB setelah Babinsa Desa Sampung, Koptu Darmanto, menerima informasi dari masyarakat dan Dinas Kehutanan Kecamatan Sampung. Mendapat laporan tersebut, Babinsa segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait.


“Begitu mendapat informasi dari masyarakat dan Dinas Kehutanan, kami langsung menuju lokasi. Selanjutnya kami berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat untuk melakukan penanganan serta melaporkan kejadian ini kepada Komando Atas,” ujar Koptu Darmanto.


Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel TNI, Polri, petugas kehutanan BKPH Sumoroto, perangkat desa, serta masyarakat sekitar.


Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh pihak, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 14.15 WIB.


“Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kekompakan antara TNI, Polri, petugas kehutanan, perangkat desa dan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan,” ungkapnya.


Setelah api berhasil dipadamkan, Koptu Darmanto tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak muncul titik api baru yang berpotensi menyebabkan kebakaran susulan.


Lokasi Karhutla berada di kawasan hutan Dusun Sampung Kidul, Desa Sampung, Kecamatan Sampung, dengan titik koordinat 7,8041S 1113638E. Kebakaran tersebut berdampak pada kawasan hutan yang ditumbuhi pohon jati dan tanaman campuran.


Selain menyebabkan kerusakan vegetasi, kebakaran juga berpotensi mengganggu ekosistem hutan akibat rusaknya habitat flora dan fauna yang berada di kawasan tersebut.


Kecepatan penanganan dan sinergi antara aparat, petugas kehutanan, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.(*)