Rangga Telah Tiada, Kepedulian BAZNAS Ponorogo Berlanjut untuk Masa Depan Saudara Kandungnya

|
23 September 2026
|
Rangga Telah Tiada, Kepedulian BAZNAS Ponorogo Berlanjut untuk Masa Depan Saudara Kandungnya

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ponorogo kembali diwujudkan melalui bantuan kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Kali ini, perhatian tersebut diberikan kepada keluarga Agung Setiawan, warga Desa Gandu Kepuh, Kecamatan Sukorejo, yang baru saja kehilangan putranya, almarhum Rangga Rizki.


Ketua BAZNAS Kabupaten Ponorogo H. Sukarni, S.Sos., MM., didampingi Wakil Ketua III Suyitno dan Wakil Ketua IV Khoirul Anam, mendatangi langsung rumah duka pada Rabu (23/9/2026).
Kedatangan jajaran BAZNAS tersebut untuk menyampaikan santunan sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.


Bantuan tersebut terbilang cukup cepat direalisasikan. Permohonan bantuan dari keluarga Agung diterima BAZNAS pada Jumat (18/9/2026). Selanjutnya, permohonan dibahas melalui rapat pleno pada Senin (21/9/2026), hingga akhirnya bantuan dapat diserahkan langsung kepada keluarga pada Rabu (23/9/2026).


Bagi keluarga yang sedang berada dalam suasana kehilangan, kehadiran jajaran BAZNAS bukan sekadar bantuan secara materi. Perhatian dan kepedulian yang diberikan secara langsung dinilai menjadi penguat bagi keluarga dalam menghadapi masa sulit setelah kepergian Rangga Rizki.


Agung Setiawan pun menyampaikan apresiasinya atas perhatian BAZNAS Kabupaten Ponorogo kepada keluarganya.


“Saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas kepedulian dan bantuannya,” ujar Agung.


Selain menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS, Agung juga mengapresiasi sejumlah rekan media yang sebelumnya ikut memberitakan perjuangannya sebagai seorang ayah dalam mencari penanganan terbaik bagi putranya.


“Begitu juga kepada rekan media yang telah membantu mengunggah perjuangan ayah untuk anaknya,” lanjutnya.


Menurut Agung, perjuangan yang dilakukannya untuk sang buah hati pada akhirnya harus berakhir dengan kepergian Rangga. Namun, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kisah duka, melainkan dapat menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat ke depan semakin baik.


“Meski anak kini telah tiada, setidaknya ini menjadi pelajaran agar tidak ada ayah lain di Ponorogo yang mendapat pelayanan lambat dan berbelit-belit dari instansi terkait,” ungkapnya.


Di tengah kunjungan ke rumah duka, perhatian BAZNAS Ponorogo juga tidak berhenti pada pemberian santunan. BAZNAS turut menawarkan dukungan pendidikan bagi dua saudara kandung almarhum melalui program beasiswa pendidikan.


Tawaran tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan keluarga Agung. Dengan adanya dukungan pendidikan, diharapkan kedua anak yang ditinggalkan tetap dapat melanjutkan sekolah meskipun keluarga tengah menghadapi kondisi sulit akibat kehilangan salah satu anggota keluarga.


Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bantuan sosial tidak selalu berhenti pada pemberian santunan ketika musibah terjadi. Dukungan dapat dilanjutkan melalui program yang menyentuh kebutuhan jangka panjang keluarga penerima manfaat.


Bagi keluarga Agung Setiawan, santunan yang diberikan BAZNAS menjadi sedikit penguat di tengah duka. Sementara tawaran beasiswa menjadi harapan agar anak-anak yang ditinggalkan almarhum Rangga Rizki tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan menatap masa depan.


Kepedulian itu pun hadir dalam dua bentuk sekaligus, yakni membantu meringankan beban keluarga setelah kehilangan serta membuka dukungan untuk keberlangsungan pendidikan anak-anak yang masih harus meneruskan perjalanan hidup mereka.(*)