Tak Sekadar di Balik Jeruji, Rutan Ponorogo Gandeng Yayasan Siapkan Warga Binaan Jadi Mandiri

|
09 September 2026
|
Tak Sekadar di Balik Jeruji, Rutan Ponorogo Gandeng Yayasan Siapkan Warga Binaan Jadi Mandiri

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Upaya memperkuat pembinaan dan kemandirian warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ponorogo. Salah satunya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Yayasan Berkah Srikandi Abadi dan Yayasan Wardah Titian Harapan, Rabu (9/9/2026).

Kerja sama tersebut diarahkan pada pemberdayaan warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif. Program ini diharapkan dapat memberikan keterampilan, pengalaman, sekaligus bekal kemandirian bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Ketua Yayasan Berkah Srikandi Abadi, Sugeng Hariyono, mengatakan kerja sama tersebut berangkat dari kesamaan pandangan mengenai pentingnya memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkembang dan mendapatkan kesempatan kedua.

Menurutnya, seseorang yang sedang menjalani masa pembinaan di Rutan tidak semestinya dipandang berbeda secara kemanusiaan. Sebaliknya, mereka perlu mendapatkan pembinaan yang dapat membantu memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih produktif setelah bebas.

Ia menjelaskan, rencana kerja sama tersebut sebenarnya telah dipersiapkan sejak beberapa waktu lalu. Pertemuan dengan pihak Rutan kemudian membuka peluang untuk menyatukan gagasan dan program yang dinilai memiliki keterkaitan.

“Pokoknya kita sedang mencari inspirasi. Pas kita ketemu, kita melihat ini pas, nyambung pemikirannya,” jelasnya.

Sugeng menambahkan, program pemberdayaan tersebut juga berkaitan dengan aktivitas sosial yang selama ini dijalankan yayasannya, termasuk keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan program tersebut berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan pemberdayaan warga binaan. Mulai dari penyediaan bahan hingga kegiatan pendukung lainnya dapat diarahkan agar memberikan manfaat sekaligus membuka ruang bagi warga binaan untuk belajar dan berkarya.

“Kalau kita yayasan MBG, dapur kita adalah sosial, bukan yayasan profit,” tegasnya.

Sugeng berharap kerja sama tersebut tidak berhenti sebatas penandatanganan MoU, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi warga binaan.

Kehadiran Lisdyarita dalam kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya membangun sinergi antara Rutan, yayasan, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan pola pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya mendapatkan pembinaan selama berada di Rutan, tetapi juga memperoleh keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi modal untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif di tengah masyarakat.(*)