Teguh Wiyono Mulai Serius ke Bursa Cawabup Ponorogo, Partai Politik Mulai Dijajaki

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Teguh Wiyono, salah satu kandidat calon wakil bupati Ponorogo, mulai menjadi perhatian di tengah dinamika politik menjelang pengisian posisi wakil bupati.
Ditemui Jum’at (11/9/2026), Teguh mengatakan komunikasi dengan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita hingga kini tetap berjalan baik. Komunikasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan politik, tetapi juga membahas gagasan dan program pembangunan Ponorogo.
Ia mengaku tengah berupaya membuka sejumlah peluang program dan jejaring nasional untuk Ponorogo, di antaranya revitalisasi sekolah dan puskesmas, beasiswa kedokteran ke luar negeri, program pendidikan, serta pelatihan dan penempatan tenaga kerja.
“Bagi saya, kedekatan bukan sekadar hubungan personal. Yang lebih penting adalah bagaimana hubungan itu memberikan manfaat konkret bagi Ponorogo,” ujarnya.
Teguh juga menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan. Menurutnya, program pemerintahan yang sudah berjalan perlu dilanjutkan dan diperkuat hingga 2029.
Dalam proses menuju bursa calon wakil bupati, Teguh mengaku terus menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik, baik di tingkat Jawa Timur maupun Ponorogo. Ia juga telah menyampaikan profil, visi-misi, komitmen, serta sejumlah dokumen kepada partai yang sedang dijajaki.
Selain partai politik, komunikasi diperluas dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kiai, tokoh masyarakat, budayawan, ketua kelompok Reog, pengrajin, hingga masyarakat di tingkat bawah.
Teguh juga kembali bersilaturahmi dengan sejumlah kiai dan tokoh NU untuk meminta doa, restu, serta masukan. Komunikasi dengan kalangan Muhammadiyah juga terus dibangun.
Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi maupun kelompok tidak seharusnya menjadi penghalang dalam membangun daerah. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk kepentingan Ponorogo.
Teguh menyadari dirinya masih tergolong muda dan masih harus banyak belajar. Karena itu, ia terus membuka diri terhadap masukan dari para kiai, tokoh masyarakat, partai politik, maupun masyarakat.
Meski pengisian wakil bupati nantinya tidak dilakukan melalui pemilihan langsung oleh masyarakat, Teguh menilai komunikasi publik tetap penting. Masyarakat tetap perlu mengetahui figur yang sedang berproses, termasuk gagasan dan komitmennya.
“Minimal masyarakat tahu siapa yang sedang berproses, apa gagasannya, dan apa yang ingin dilakukan untuk Ponorogo. Setelah itu, biarkan masyarakat memberikan penilaian,” pungkasnya.(*)