Viral Temuan Ulat di Menu MBG, SPPG Tonatan Beri Klarifikasi

|
18 September 2026
|
Viral Temuan Ulat di Menu MBG, SPPG Tonatan Beri Klarifikasi

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Setelah viral di media sosial, temuan ulat pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Ma’arif Mayak, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, mendapat klarifikasi dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tonatan Ponorogo.

Klarifikasi dilakukan di MI Ma’arif Mayak pada Rabu (16/9/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Kepala SPPG Tonatan Salman Masamba, pihak Yayasan Azmania, kepala sekolah dan guru MI Ma’arif Mayak, Lurah Tonatan, serta tim puskesmas dari wilayah Ponorogo Utara dan Ponorogo Selatan.

Dalam keterangannya, Salman Masamba menjelaskan bahwa MI Ma’arif Mayak setiap hari menerima sebanyak 632 porsi MBG untuk siswa dan guru.

Temuan yang kemudian menjadi viral tersebut terjadi pada menu MBG yang dibagikan Rabu (16/9/2026), dengan menu berupa nasi, koloke ayam, sayur brokoli dan wortel, serta tahu.

Dari hasil investigasi bersama, ditemukan tiga ompreng yang akan dikonsumsi siswa kelas VI C terdapat ulat sayur dalam kondisi mati yang menempel pada bagian wortel atau sayuran.

“Begitu diketahui, pihak sekolah langsung melaporkan dan makanan tersebut ditarik, kemudian diganti dengan ompreng yang baru,” jelas Salman.

Menurutnya, secara keseluruhan menu MBG pada hari tersebut tetap dikonsumsi oleh siswa dan guru. Hingga saat klarifikasi dilakukan, tidak terdapat laporan adanya gangguan pencernaan akibat makanan tersebut.

Pihak SPPG Tonatan juga menjelaskan bahwa proses pengolahan sayuran sebelumnya telah dilakukan dengan prosedur pencucian dan perendaman menggunakan air garam. Namun, pihaknya menduga ulat tersebut masih berada di bagian dalam brokoli sehingga tidak terdeteksi saat proses pemeriksaan.

“Dari pihak SPPG sebenarnya sudah berusaha mengelola sayuran dengan baik, termasuk merendamnya menggunakan air garam. Kemungkinan ulat tersebut berada di bagian dalam brokoli dan masih menempel,” ungkapnya.

Salman menegaskan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi SPPG Tonatan. Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kehati-hatian dalam proses pengolahan dan pemeriksaan bahan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Kami akan lebih hati-hati lagi dalam pengelolaan makanan, terutama dalam pemeriksaan bahan sebelum didistribusikan,” pungkas Salman.

Klarifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai kronologi temuan ulat pada tiga ompreng MBG sekaligus menjadi evaluasi bersama agar kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG semakin terjaga.(*)