Viral Rumah Tak Layak Huni di Caluk, Keluarga Nari Butuh Uluran Tangan

|
15 Oktober 2026
|
Viral Rumah Tak Layak Huni di Caluk, Keluarga Nari Butuh Uluran Tangan

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Kondisi rumah Nari (48), warga Lingkungan Tirisan Dukuh Gupit RT 01 RW 02, Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, mengundang keprihatinan. Rumah yang ditempatinya bersama istri dan dua anaknya itu mengalami kerusakan berat dan membutuhkan bantuan agar bisa kembali layak dihuni.


Kondisi rumah tersebut menjadi perhatian setelah foto-fotonya beredar di media sosial. Sejumlah warganet turut menyampaikan keprihatinan dan mempertanyakan perhatian serta bantuan yang selama ini diterima keluarga tersebut.


Di tengah keterbatasan ekonomi, Nari yang sehari-hari bekerja serabutan belum memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki rumahnya. Padahal, ia sudah berupaya menyiapkan material bangunan berupa batu bata dan pasir. Namun, hingga kini rencana renovasi belum bisa direalisasikan karena terbentur biaya.


Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Caluk, Ary Wahyudi, yang juga menjabat Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Slahung, mengaku telah meninjau langsung kondisi rumah Nari.


Dari hasil peninjauan tersebut, kondisi rumah memang memerlukan penanganan karena kerusakannya cukup parah. Nari sendiri masih tinggal bersama istri dan dua anaknya yang masih bersekolah. Sementara anak sulungnya diketahui bekerja di luar kota, tepatnya di Probolinggo.


Sebagai langkah awal, pemerintah desa telah menjalin komunikasi dengan ketua RT setempat untuk menggerakkan kepedulian warga melalui kegiatan gotong royong. Upaya tersebut diharapkan bisa membantu meringankan beban keluarga Nari, terutama dalam proses perbaikan rumah.


“Kita sudah komunikasi dengan RT setempat. Artinya, akan melakukan gotong royong membantu perbaikan rumah Pak Nari. Semboyannya, jaga warga, jaga tetangga,” ujar Ary.


Tak hanya mengandalkan partisipasi masyarakat, kondisi keluarga Nari juga akan dilaporkan kepada pimpinan untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut. Dengan demikian, diharapkan ada langkah penanganan yang bisa membantu keluarga tersebut keluar dari kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan.


Kisah Nari menjadi gambaran bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk tempat tinggal yang aman dan layak. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, kepedulian lingkungan dan sinergi dengan pemerintah diharapkan mampu membuka jalan bagi perbaikan rumah tersebut.


Semangat jaga warga, jaga tetangga pun diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata agar keluarga Nari dapat menempati rumah yang lebih layak dan aman.(*)