Sinergi TNI, Polri dan Warga, Kebakaran Rumpun Bambu di Mlarak Berhasil Dipadamkan

|
18 Oktober 2026
|
Sinergi TNI, Polri dan Warga, Kebakaran Rumpun Bambu di Mlarak Berhasil Dipadamkan

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Kesigapan Babinsa bersama unsur terkait dan masyarakat berhasil mengendalikan kebakaran rumpun bambu di Dukuh 1, Desa Siwalan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Berkat kerja sama dan semangat gotong royong, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke permukiman warga.

Kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (17/10/2026) di wilayah binaan Sertu Santoso, Babinsa Koramil Tipe B 0802/15 Mlarak, Kodim 0802/Ponorogo. Peristiwa itu diketahui setelah warga melaporkan kejadian kepada Babinsa setempat.

Mendapat informasi tersebut, Sertu Santoso segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat guna mempercepat penanganan. Ia juga melaporkan kejadian tersebut kepada komando atas.

Proses pemadaman melibatkan personel TNI melalui Babinsa, Polri, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, perangkat Desa Siwalan, serta warga sekitar. Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan manual dengan dukungan satu unit mobil tangki air milik Damkar.

Sinergi seluruh unsur tersebut membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sehingga tidak meluas ke area permukiman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Meski api telah berhasil dipadamkan, Sertu Santoso tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Berkat sinergi semua pihak, termasuk masyarakat, api akhirnya bisa dipadamkan. Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang sigap membantu penanganan kebakaran ini,” ujar Sertu Santoso.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering. Warga diminta tidak membakar sampah maupun material lain secara sembarangan tanpa pengawasan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan kerja sama antara aparat serta masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Respons cepat dan semangat gotong royong menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serta mencegah dampak yang lebih besar.(*)