Kurang Murid, 23 SMP Negeri di Ponorogo Buka Pendaftaran Offline

Kurang Murid, 23 SMP Negeri di Ponorogo Buka Pendaftaran Offline

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Menyikapi 23 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten Ponorogo belum mampu memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo membuka kembali pendaftaran secara offline untuk mengisi kursi yang masih kosong tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan sekaligus Ketua SPMB Kabupaten Ponorogo, Farida Nuraini, mengatakan kekurangan peserta didik terjadi di sejumlah sekolah dengan jumlah yang bervariasi. Ada sekolah yang hanya kekurangan beberapa siswa, namun ada pula yang belum memenuhi kuota hingga puluhan peserta didik.

“Masih ada sejumlah SMP negeri yang belum memenuhi kuota. Kami membuka pendaftaran secara offline agar calon peserta didik yang belum terakomodasi dalam sistem online tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah,” kata, Senin, (29/6).

Data Dinas Pendidikan mencatat, berikut kekurangan sekolah-sekolah tersebut:

  1. SMPN 1 Sawoo 83 siswa.
  2. SMPN 1 Babadan 48 siswa
  3. SMPN 5 Ngrayun 44 siswa,
  4. SMPN 2 Satu Atap Jambon 43 siswa,
  5. SMPN 1 Pudak 40 siswa
  6. SMPN 1 Sooko 38 siswa
  7. SMPN 2 Bungkal 38 siswa
  8. SMPN 1 Sampung 36
  9. SMPN 2 Babadan 32 siswa
  10. SMPN 2 Sampung 31 siswa
  11. SMPN 3 Sampung 29 siswa
  12. SMPN 4 Ngrayun 26 siswa
  13. SMPN 1 Sukorejo 24
  14. SMPN 1 Slahung 24 siswa
  15. SMPN 4 Sawoo 21 siswa
  16. SMPN 1 Siman 20 siswa
  17. SMPN 2 Badegan 20 siswa
  18. SMPN 2 Sooko 20 siswa
  19. SMPN 3 Sambit 18 siswa

SMPN 3 Slahung, SMPN 2 Jenangan, SMPN 2 Jetis, dan SMPN 5 Sawoo juga dilaporkan belum memenuhi daya tampung, meski jumlah kekurangannya belum dirinci oleh panitia.

Ia menjelaskan, pembukaan pendaftaran offline ditujukan untuk menjangkau calon peserta didik yang belum mengikuti pendaftaran daring maupun yang belum memperoleh sekolah pada tahapan sebelumnya.

“Kami berharap melalui pendaftaran offline ini kuota yang masih kosong dapat terisi sehingga seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan layanan pendidikan dan proses belajar mengajar dapat berjalan optimal pada tahun ajaran baru,” ujarnya.

Dinas Pendidikan mengimbau orang tua yang anaknya belum memperoleh sekolah agar segera mendatangi SMP negeri yang masih membuka pendaftaran offline sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia SPMB. (*)