Untung Rugikah, EO Grebeg Suro Ponorogo 2026

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Setiap perhelatan megah Grebeg Suro Ponorogo menyisakan pertanyaan di masyarakat, apakah Event Organizer (EO) asal Babadan, Ponorogo ini untung atau rugi. CEO Rakasiwi Production, Galih Rakasiwi membuka pengalaman penting selama memegang event Grebeg Suro 2026.
Galih mengungkapkan bahwa memimpin penyelenggaraan agenda budaya skala besar menjadi proses pendewasaan yang tidak bisa diperoleh di manapun kecuali terjun langsung dalan kegiatan. Bertemu banyak orang dengan berbagai karakter menuntut komunikasi yang lebih baik dalam setiap situasi dan kondisi, membuat pengalaman yang berharga
“Komunikasi menjadi faktor penting dalam menjaga koordinasi antara panitia, mitra kerja, sponsor, pemerintah daerah, hingga masyarakat,” ungkapnya. Senin, (6/7).
Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah pengelolaan keuangan harus dilakukan secara transparan sejak awal tahap perencanaan, seluruh pengeluaran, berapapun jumlahnya harus tercatat secara rinci dalam pembukuan.
Ia memperkirakan total biaya penyelenggaraan Grebeg Suro Ponorogo tahun 2026, mencapai sekitar Rp4 miliar, subsidi dari pemerintah daerah Rp500 juta, pemasukan dari penjualan tiket kisaran Rp600-700 juta, ditambah dari sponsor.
“Kalau dianggap rugi itu kurang tepat, pemasukan terbesar bukan dari tiket melainkan dari sponsor,” ungkapnya.

Sebagai evaluasi, ia menyoroti proses administrasi yang melibatkan pemerintah daerah, terkesan lambat. Sehingga proses pencairan lambat, ia berharap pada penyelenggaraan berikutnya bisa berlangsung lebih cepat.
“Bila koordinasi administrasi bisa dipercepat, seperti penggunaan lokasi acara, periapan akan jauh lebih maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, ia menjelaskan polemik mengenai kursi penonton bukan disebabkan kurangnya kapasitas, namun lebih pada sejumlah rombongan tamu undangan yang datang di luar jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini akhirnya memunculkan kesalahpahaman yang berkembang dan menjadi pemberitaan. Panitia telah menyiapkan kursi cadangan sesuai perhitungan yang tepat.
Ditanya terkait apakah masih akan ikut lagi menjadi EO di Grebeg Suro Ponorogo berikutnya, ia menjawab apabila masih dipercaya, pihaknya akan memastikan untuk memperkuat sistem internal, “Saya ingin seluruh sistem berjalan satu komando, mulai dari pengelolaan anggaran sampai pada koordinasi volunteer. Keputusan akan diambil lebih cepat, tepat, dan efektif. Sehingga Grebeg Suro Ponorogo menjadi event budaya yang membanggakan Ponorogo dengan tata kelola yang transparan, profesional, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak,” pungkas Galih Rakasiwi, CEO Rakasiwi Production Ponorogo, Jawa Timur. (*)