Api Kecil Bisa Jadi Petaka, Babinsa Kodim Ponorogo Gencarkan Cegah Karhutla di Musim Kemarau

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu menjadi perhatian bersama. Kondisi vegetasi yang mengering serta minimnya curah hujan membuat api lebih mudah muncul dan cepat merambat, terutama di lahan terbuka, perkebunan maupun kawasan yang banyak ditumbuhi semak belukar.
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, jajaran Kodim 0802/Ponorogo melalui para Bintara Pembina Desa (Babinsa) terus mengintensifkan komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat di wilayah binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi dan imbauan agar warga tidak melakukan pembakaran sampah maupun rumput kering secara sembarangan.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting mengingat kebiasaan membakar sampah di pekarangan atau lahan kosong dapat menjadi pemicu kebakaran, khususnya ketika kondisi angin cukup kencang dan lingkungan sekitar dalam keadaan kering.
Hal itu disampaikan Koptu Nurhadi, anggota Koramil Tipe B 0802/15 Mlarak, Kodim 0802/Ponorogo, saat melaksanakan Komsos bersama warga di wilayah Desa Totokan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, menjaga lingkungan dari potensi kebakaran bukan hanya menjadi tugas aparat, melainkan membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat.
“Kami terus mengimbau dan mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang, jangan sampai aktivitas membakar sampah justru menjadi penyebab terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Koptu Nurhadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan api sekecil apa pun. Pembakaran sampah yang awalnya dilakukan untuk membersihkan pekarangan dapat berisiko apabila ditinggalkan tanpa pengawasan atau dilakukan di dekat rerumputan dan material yang mudah terbakar.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah sebenarnya dapat dilakukan tanpa membakar. Sampah organik, seperti daun kering dan sisa tanaman, misalnya, dapat dikumpulkan untuk dijadikan kompos atau dikubur dengan cara yang tepat. Sementara sampah anorganik dapat dipilah dan dikelola kembali maupun diserahkan kepada pihak yang menangani pengelolaan sampah.
“Yang paling penting adalah jangan membakar sampah sembarangan, apalagi saat kondisi lingkungan kering. Mari kita cegah bersama sebelum terjadi kebakaran yang dapat merugikan masyarakat,” tambahnya.
Selain mencegah karhutla, edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman selama musim kemarau.
Jajaran Babinsa Kodim 0802/Ponorogo pun akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui Komsos dan kegiatan kewilayahan lainnya sebagai bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Ponorogo.(*)