Megah, Pembukaan Festival Reog Grebeg Suro Ponorogo 2026

Megah, Pembukaan Festival Reog Grebeg Suro Ponorogo 2026

SIMETRIS, PONOROGO – Gaung Festival Reog Remaja (FRR) XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI di Grebeg Suro bertajuk Reogvolution mulai menggema, setelah dibuka Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita Sabtu, (6/6) malam di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo.

Bunda Lisdyarita mengatakan bahwa selain melestarikan tradisi yang merupakan warisan masa lampau, juga memperkuat identitas Bumi Reog Ponorogo agar terus hidup, bergerak, dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Grebeg Suro menjadi momentum penting dalam merawat tradisi, memperkuat nilai spiritual di panggung kebudayaan,” ujarnya.

Menurutnya, Grebeg Suro dengan Bedhol dan Kirab Pusaka, FRR dan FNRP, tirakatan, serta Larung Risalah Doa di Telaga Ngebel merupakan tradisi yang sarat nilai spiritual, budaya, dan kearifan lokal.

“Bukan semata pesta rakyat, lebih dari itu, Grebeg Suro adalah warisan nenek moyang, tradisi sakral yang menyatukan nilai spiritual dan kearifan budaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) serta penetapan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia menjadi amanah besar bagi seluruh masyarakat. Melalui Grebeg Suro ini, kita bersama menjaga amanah ini, dengan harapan Grebeg Suro menjadi ruang perenungan, doa agar kehidupan masyarakat Ponorogo semakin baik di masa mendatang.

Pembukaan Grebeg Suro berlangsung meriah dengan penampikan tari yang sangat indah, layout panggung yang megah, penonton yang memadati depan Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo sorak-sorai pecah saat pesta kembang apik menutup acara pembukaan. (*)