Kader Muda PAC PDIP Babadan, Yakini Pemimpin Bukan Tentang Siapa Yang Berkuasa
SIMETRIS, PONOROGO – Perintah Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI Perjuangan) dengan formasi kepengurusan 20 persen berusia dibawah 35 tahun, menjadi ruang kader-kader muda beridealisme kuat. Seperti Tegar Saputra (24), Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Babadan yang terinspirasi Ir. Soekarno dan Agung Priyanto.
Tegar menceritakan, berawal dari komunikasi intensif dan kedekatannya dengan kader-kader PDI Perjuangan sejak tahun 2022 dalam kegiatan sosial kepartaian membawa kecintaannya kepada partai berlambang moncong putih tersebut.
“Kader-kader PDI Perjuangan itu sangat solid dan komunikatif, ini yang mendekatkan saya dengan PDI Perjuangan,” ungkapnya, Senin, (8/6).
Kemudian pada Pilihan Legislatif (Pileg) pada tahun 2024, ia aktif menjadi saksi di wilayahnya. Hal ini yang akhirnya memunculkan ketertarikannya di dunia politik.
Sejalan dengan itu, ia menjadi Ketua BEM Universitas Merdeka Malang PDKU Ponorogo tahun 2025-26, yang mengasahnya tentang dunia pergerakan dan organisasi yang mengedepankan kepentingan rakyat, sehingga pemikiran-pemikiran tokoh nasional maupun internasional terintegrasi dalam dirinya, termasuk pemikiran Ir. Soekarno.

Apalagi ia mengidolakan Ir. Soekarno yang dianggapnya memiliki pemikiran yang luar biasa, ide-ide gemilangnya yang berpihak pada rakyat yang sampai saat ini masih sangat relevan untuk diaplikasikan.
“Jangan sekali-kali punggungi rakyat,” kata Ir. Soekarno tersebut terus terngiang-ngiang dalam pemikiran saya, bahwa seorang pemimpin harus duduk bersama rakyat.
Sementara untuk tokoh lokal, ia mengidolakan Agung Priyanto yang dianggapnya menjadi sosok yang komunikatif dan merakyat, yang kerap kali turun ke grassroots untuk mengetahui keluh-kesah dan persoalan yang dihadapi rakyat.
Sejarah baru terukir, pada tahun 2026, Tegar masuk ke pengurus PAC PDI Perjuangan, Kecamatan Babadan sebagai bendahara. Menurutnya, hal tersebut menjadi perjuangan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kita pernah mendampingi pengajuan KIS bagi masyarakat yang kurang mampu, dan itu sangat membantu masyarakat,” jelasnya.
Baginya, politik adalah alat perjuangan, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Ia percaya bahwa kehadiran kader muda mampu membawa energi baru dalam tubuh partai, sekaligus menjawab tantangan zaman.
“Masa depan politik di Ponorogo bukan tentang siapa yang berkuasa, namun berdasarkan siapa yang disiapkan, pemimpin butuh persiapan secara matang, bukan semata karena kekuasaan,” pungkas, Tegar Saputra, Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jawa Timur. (*)