“Sekar Kinanthi: Wening Daya” Jadi Tema Hari Jadi ke-530 Ponorogo

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi memperkenalkan tema dan logo Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo yang mengusung tajuk “Sekar Kinanthi: Wening Daya”, dalam acara peluncuran yang digelar di depan Paseban Alun-Alun Ponorogo, Kamis (6/8) malam.
Peluncuran dilakukan oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, bersama unsur Forkopimda sebagai tanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Ponorogo yang akan berlangsung selama 19 hari, mulai 4 hingga 22 Agustus 2026. Berbagai agenda telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan, mulai dari pertunjukan seni budaya, pameran kuliner khas, hingga konser musik sebagai penutup.
Dalam sambutannya, Lisdyarita menegaskan bahwa tema dan logo tahun ini tidak hanya menjadi simbol peringatan hari jadi, tetapi juga mencerminkan semangat masyarakat Ponorogo dalam menyongsong masa depan.
“Logo ini menjadi representasi semangat kita dalam memaknai usia ke-530 Ponorogo. Daerah ini terus bertumbuh dalam harmoni budaya, diperkuat persatuan, serta melangkah menuju masa depan yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing tanpa meninggalkan jati diri,” ujarnya.
Tema Sekar Kinanthi: Wening Daya dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat. Sekar dimaknai sebagai bunga yang melambangkan keindahan, kemanfaatan, dan karya yang memberi inspirasi. Sementara Kinanthi, yang berasal dari tembang macapat, bermakna tuntunan atau bimbingan menuju kehidupan yang lebih baik.
Filosofi tersebut juga terinspirasi dari sosok Dewi Songgolangit yang dikenal sebagai simbol keberanian, kebijaksanaan, dan keteguhan hati. Nilai itu menegaskan bahwa kekuatan sejati lahir dari kejernihan batin (wening) yang mampu melahirkan daya untuk menjaga, merawat, dan meneruskan warisan budaya.
Secara utuh, tema ini menggambarkan Ponorogo sebagai daerah yang terus berkembang melalui harmoni budaya, semangat kebersamaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa tercerabut dari akar tradisinya.
Logo Hari Jadi ke-530 Ponorogo juga dirancang dengan sentuhan modern yang tetap mengangkat nilai budaya lokal. Bentuk angka 530 divisualisasikan menyerupai bunga dengan tiga elemen utama yang saling terhubung sebagai lambang Sekar Kinanthi, menggambarkan kehidupan yang tumbuh melalui tuntunan nilai luhur dan kebersamaan.
Empat kelopak bunga yang menyatu melambangkan persatuan masyarakat, harmoni budaya, gotong royong, serta sinergi pembangunan. Seluruh elemen bertemu pada satu titik sebagai simbol bahwa keberagaman masyarakat Ponorogo menjadi kekuatan untuk melangkah bersama.
Bunga yang sedang mekar juga dimaknai sebagai pertumbuhan peradaban, budaya, ekonomi, dan kreativitas masyarakat yang terus berkembang dari generasi ke generasi. Sementara garis-garis yang saling menyambung tanpa putus melambangkan kesinambungan perjalanan sejarah Ponorogo selama 530 tahun yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
Pemilihan warna pada logo pun memiliki filosofi tersendiri. Warna merah melambangkan keberanian dan semangat membangun daerah, oranye serta kuning menggambarkan optimisme, harapan, dan kemakmuran, sedangkan biru mencerminkan kebijaksanaan, keteduhan, stabilitas, dan keharmonisan sosial.
Melalui tema “Sekar Kinanthi: Wening Daya”, Pemkab Ponorogo mengajak seluruh masyarakat menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan. Dengan semangat berkarya, menjaga nilai-nilai luhur, serta memperkuat gotong royong, Ponorogo diharapkan terus melangkah maju sebagai Bumi Reog yang tetap kokoh memegang identitas budayanya.(*)