Stadion Batoro Katong Aman Usai Josjis Fest, Pemkab Ponorogo Buka Peluang Jadi Venue Konser

SIMETRIS NEWS, PONOROGO — Kondisi Stadion Batoro Katong Ponorogo pasca digunakan sebagai lokasi konser Josjis Fest 2026 dipastikan tetap aman. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyebut tidak ditemukan kerusakan berarti pada rumput maupun fasilitas di area stadion.
Kepastian tersebut disampaikan setelah Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita melakukan pengecekan langsung pada Senin (31/8/2026). Pemeriksaan dilakukan sehari setelah konser berlangsung untuk memastikan kondisi stadion secara langsung.
Lisdyarita mengatakan, hasil pengecekan menunjukkan tidak ada persoalan berarti yang ditemukan setelah stadion digunakan untuk kegiatan tersebut.
“Tidak ada masalah apa-apa, semua berjalan dengan baik,” ujar Lisdyarita kepada awak media.
Kendati demikian, Pemkab Ponorogo tetap memberikan perhatian terhadap kondisi rumput stadion. Selama kurang lebih satu pekan ke depan, rumput akan mendapatkan perawatan, mulai dari pembersihan hingga pemeliharaan agar kembali tumbuh subur dan tampak lebih hijau.
Lisdyarita menjelaskan, kondisi rumput sebelum pelaksanaan konser memang belum sepenuhnya hijau. Oleh sebab itu, masa perawatan setelah kegiatan sekaligus akan dijadikan bahan evaluasi untuk mengetahui kemampuan lapangan dalam mempertahankan kualitasnya setelah digunakan untuk kegiatan berskala besar.
Dari hasil pelaksanaan Josjis Fest 2026 ini, Pemkab Ponorogo juga melihat adanya peluang untuk memperluas fungsi Stadion Batoro Katong. Selain menjadi tempat berbagai kegiatan olahraga, stadion tersebut dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai lokasi konser maupun kegiatan besar lainnya.
Lisdyarita menyebut Pemkab Ponorogo sebelumnya telah melakukan studi tiru ke sejumlah stadion di daerah lain yang memiliki pengalaman digunakan untuk kegiatan konser. Namun, pemanfaatan Stadion Batoro Katong untuk kegiatan nonolahraga tetap harus memperhatikan ketentuan dan aturan yang berlaku.
“Bisa berlaku untuk yang lain, tapi dengan aturan-aturan yang berlaku,” tegasnya.
Peluang bagi event organizer (EO) maupun promotor lain untuk menggelar kegiatan di Stadion Batoro Katong pun terbuka. Saat ditanya apakah Josjis Fest menjadi awal untuk membuka kesempatan tersebut, Lisdyarita membenarkannya.
“Iya, ini membuka jalan,” jawabnya.
Meski demikian, Pemkab Ponorogo masih memberikan batasan dalam pengkajian pemanfaatan stadion. Untuk saat ini, penggunaan stadion bagi kegiatan besar baru dikaji dalam kondisi musim kemarau. Sedangkan pemanfaatan untuk konser ketika musim hujan masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Tak hanya mempertimbangkan aspek fasilitas, Pemkab juga melihat adanya manfaat ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan besar di Stadion Batoro Katong. Aktivitas tersebut dinilai mampu memberikan pemasukan melalui sewa stadion, pajak, retribusi, parkir, kebersihan, hingga berbagai sektor lainnya.
Dampak ekonomi juga dirasakan para pelaku usaha. Tidak hanya pedagang yang berada di dalam stadion, pedagang di kawasan sekitar stadion turut mendapatkan keuntungan dari meningkatnya jumlah masyarakat yang datang selama pelaksanaan konser.
“Perputaran ekonominya luar biasa,” kata Lisdyarita.
Dengan evaluasi tersebut, Josjis Fest 2026 menjadi salah satu pengalaman penting bagi Pemkab Ponorogo dalam mengembangkan Stadion Batoro Katong sebagai fasilitas yang memiliki fungsi lebih luas.
Ke depan, stadion berpeluang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan besar, termasuk konser, selama tetap memperhatikan perawatan fasilitas, kualitas lapangan, aturan penggunaan, serta kepentingan masyarakat dan kegiatan olahraga.(*)