Kobaran Api Kepung Gunung Gede, TNI-BPBD-Perhutani dan Warga Turun Tangan

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Gerak cepat dilakukan Babinsa Koramil Tipe B 0802/10 Slahung Kodim 0802/Ponorogo bersama unsur terkait dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Gede, Dukuh Jaten, Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Selasa malam (29/09/2026).
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Titik lokasi kebakaran berada di kawasan Gunung Gede dengan koordinat Lat. -8.0334478° dan Long. 111.422096°. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat dan petugas kehutanan wilayah Kecamatan Slahung.
Mendapat informasi tersebut, Babinsa Desa Slahung Sertu Andik Mulyanto bersama personel Koramil 0802/10 Slahung segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan bersama unsur terkait.
Setibanya di lokasi, personel TNI berkoordinasi dengan BPBD, Perhutani, perangkat desa serta masyarakat sekitar untuk melakukan upaya pemadaman. Mengingat kondisi medan dan lokasi kebakaran yang berada di kawasan hutan, pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan seadanya.
“Kami dari Koramil 10 Slahung langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait, baik BPBD, Perhutani, perangkat desa maupun masyarakat untuk melakukan tindakan penanggulangan api secara manual,” ungkap Sertu Andik Mulyanto.
Menurutnya, proses pemadaman dilakukan secara gotong royong. Personel yang berada di lokasi bersama-sama melakukan penggepyokan untuk memutus dan memadamkan titik-titik api yang membakar vegetasi kering di kawasan tersebut.
Material yang terbakar antara lain pohon alba, ranting serta daun-daun kering yang mudah tersulut api. Kondisi tersebut membuat api berpotensi menjalar apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Selain melakukan pemadaman, sebagian personel juga melakukan penyekatan di sejumlah titik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak merembet dan meluas ke area lainnya, terutama mendekati permukiman warga.
Upaya pemadaman dan penyekatan dilakukan secara bersama-sama hingga sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah dilakukan penanganan secara intensif, kobaran api mulai dapat dikendalikan. Di lokasi masih ditemukan bara api serta puing-puing kayu kering yang kemudian terus dipantau untuk memastikan tidak kembali menyala.
Sertu Andik menambahkan, sinergi antara TNI, BPBD, Perhutani, pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran hutan tersebut. Kecepatan dalam merespons laporan menjadi salah satu upaya untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Kita bersama-sama berupaya agar api tidak meluas. Setelah api berhasil dikendalikan, lokasi tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari bara atau material kering yang masih tersisa,” jelasnya.
Dengan adanya penanganan secara cepat dan dilakukan secara bersama-sama, kebakaran di kawasan Gunung Gede tersebut berhasil dikendalikan. Selanjutnya, pemantauan tetap dilakukan oleh unsur terkait guna memastikan kondisi kawasan benar-benar aman dari potensi munculnya kembali api.(*)