KONI Ponorogo Mulai Petakan Kekuatan Cabor, Data Prestasi Atlet 2026 Jadi Bekal Menuju PORPROV 2027

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2027 mulai dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ponorogo. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memetakan kekuatan seluruh cabang olahraga (cabor) berdasarkan prestasi atlet yang diraih sepanjang 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi KONI Ponorogo bersama ketua dan bendahara seluruh cabor, Sabtu (12/9/2026), di Aula Kantor Bapperida Lantai II Ponorogo.
Ketua KONI Ponorogo, Dr. H. Sumani, M.Pd., meminta setiap cabor segera mengirimkan data prestasi atlet yang diperoleh sejak 1 Januari 2026 hingga saat ini. Data tersebut mencakup capaian dalam Kejurprov, Kejurnas, Piala Indonesia maupun berbagai kejuaraan dan event olahraga lainnya.
“Data prestasi ini penting untuk kita petakan. Dari situ nanti akan terlihat cabor mana yang memiliki potensi dan perlu mendapat perhatian lebih dalam persiapan PORPROV 2027,” kata Sumani.
Selain prestasi atlet, masing-masing cabor juga diminta menyertakan hasil pelaksanaan Kejurda. Seluruh data tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan sekaligus potensi prestasi masing-masing cabor.
Sejumlah cabor, kata Sumani, sudah aktif mengirimkan atletnya ke berbagai kejuaraan, termasuk Kejurprov dan Kejurnas di Jawa Barat maupun event lainnya. Karena itu, seluruh cabor diminta segera melengkapi data yang dibutuhkan.
KONI menargetkan seluruh data prestasi tersebut sudah terkumpul pada minggu ketiga September 2026.
Hasil pemetaan nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan cabor unggulan serta menyusun program pembinaan menuju PORPROV 2027. Termasuk kemungkinan pelaksanaan pemusatan latihan bagi cabor yang dinilai memiliki potensi perolehan medali.
Tahapan PORPROV 2027 Mulai Dipersiapkan
Rakor juga membahas tahapan persiapan PORPROV Jawa Timur 2027 yang rencananya digelar di Surabaya.
Sosialisasi terkait teknis dan sistem pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 11 Januari 2027. Kemudian pada 1–14 Februari 2027 dilakukan konfirmasi pendaftaran cabor yang akan mengikuti PORPROV.
Tahapan berikutnya, pada 15 Februari hingga 15 Maret 2027, dilakukan pengisian daftar nama atlet dan official, nomor pertandingan atau lomba, sekaligus melengkapi dokumen persyaratan keabsahan atlet.
Dokumen tersebut meliputi KTP, kartu keluarga, ijazah, surat rekomendasi serta persyaratan lain sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Selanjutnya, pada 16 Maret–30 April 2027 dilakukan finalisasi daftar nama atlet dan nomor pertandingan. Proses keabsahan atlet kemudian dijadwalkan pada 1–30 Mei 2027 melalui verifikasi dokumen oleh panitia PORPROV Jawa Timur.
Mutasi Atlet Dibatasi hingga Akhir 2026
Persoalan mutasi atlet juga menjadi salah satu pembahasan penting. KONI menegaskan batas akhir mutasi atlet untuk kepentingan PORPROV 2027 adalah 31 Desember 2026.
Cabor yang masih membutuhkan atlet dari luar daerah atau berencana melakukan mutasi diminta segera mempersiapkan prosesnya sebelum batas waktu tersebut.
Sementara itu, batas usia atlet secara umum maksimal 25 tahun. Namun, ketentuan tersebut dapat berbeda pada masing-masing cabor sehingga seluruh pengurus diminta mengikuti regulasi dari pengurus provinsi (pengprov) masing-masing.
Administrasi dan Anggaran Turut Dibenahi
Selain persiapan PORPROV, KONI Ponorogo juga memberikan perhatian terhadap pembenahan administrasi dan pengelolaan anggaran cabor.
Sumani menekankan agar setiap cabor menyusun proposal anggaran secara lebih rinci dan berdasarkan kebutuhan riil kegiatan. Pengajuan tidak cukup hanya mencantumkan nominal secara keseluruhan, tetapi setiap kebutuhan harus dijelaskan secara detail.
Aspek transparansi dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran juga menjadi perhatian. Setiap cabor diminta melengkapi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebagai bagian dari pembenahan administrasi organisasi.
Samodro menyampaikan, masih terdapat sejumlah cabor yang belum menyelesaikan SPJ penggunaan anggaran tahun 2025. Penyelesaian administrasi tersebut penting karena berkaitan dengan proses pertanggungjawaban dan pencairan anggaran berikutnya.
KONI juga melakukan pengecekan terhadap Surat Keputusan (SK) kepengurusan cabor. Beberapa kepengurusan diketahui telah memasuki atau melewati masa berlaku sehingga perlu segera dilakukan pembaruan.
“Yang kita benahi bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tata kelola organisasi. Harapannya semua cabor semakin tertib, sehingga pembinaan atlet bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Sumani.
Melalui rakor tersebut, KONI Ponorogo mulai menyusun langkah yang lebih terukur menuju PORPROV Jawa Timur 2027. Data prestasi, hasil Kejurda, kondisi administrasi hingga potensi atlet akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah pembinaan masing-masing cabor.
Targetnya bukan sekadar mengirimkan kontingen, tetapi meningkatkan daya saing atlet Ponorogo agar mampu meraih prestasi lebih baik di tingkat Jawa Timur, sekaligus membuka peluang menuju level nasional hingga internasional.(*)