Study Tiru Desa Bangsalan ke Desa Wisata Among Kisma, Camat Sambit Soroti Kolaborasi Ketahanan Pangan

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Pemerintah Desa Bangsalan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, melaksanakan kegiatan study tiru ke Desa Wisata Among Kisma, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 81 peserta. Rombongan menggunakan jasa biro perjalanan Kalila Premier Ponorogo. Turut serta dalam rombongan Camat Sambit Boby Aji Antoni Andi Charolli, yang ikut mendampingi kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah desa dalam menambah wawasan dan referensi pengembangan desa.
Kunjungan ke Desa Wisata Among Kisma bukan kali pertama dilakukan Camat Sambit. Boby mengungkapkan, pada 2024 dirinya bersama seluruh kepala desa se-Kecamatan Sambit juga pernah melakukan kunjungan ke wilayah tersebut untuk belajar mengenai pengembangan desa.
Saat kunjungan sebelumnya, Desa Bendung tengah gencar mengembangkan program ketahanan pangan. Namun, dalam kunjungan kali ini, Boby melihat perkembangan yang jauh lebih luas, terutama kemampuan desa dalam mengkolaborasikan berbagai potensi masyarakat.
“Setelah datang ke sini, ternyata luar biasa. Di sini bukan hanya ketahanan pangan, tetapi juga bisa mengkolaborasikan ketahanan pangan, budaya, UMKM, dan berbagai kegiatan lainnya menjadi satu kesatuan,” ujar Boby.
Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan adalah pengelolaan tanah kas desa. Lahan tersebut tidak hanya dikelola pemerintah desa, tetapi juga melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani.
Pengelolaannya dilakukan secara terorganisasi. Masing-masing kelompok memiliki jadwal pemanfaatan lahan sehingga berbagai kegiatan dapat berjalan secara teratur dan saling mendukung.

“Kalau kita lihat tadi, tanah kas desa itu dikelola oleh masing-masing KWT. Ada jadwal kapan KWT, kelompok tani, poktan dan kelompok lainnya menggunakan lahan. Semuanya sudah terjadwal,” jelasnya.
Menurut Boby, konsep yang diterapkan Desa Wisata Among Kisma dapat menjadi inspirasi bagi Desa Bangsalan. Namun, ia menilai keberhasilan tersebut tidak terbentuk secara instan. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dan intensif dari seluruh elemen masyarakat.
“Perjuangannya untuk terbentuk seperti ini luar biasa. Perlu kolaborasi yang sangat intens dari semua LKD yang ada, semua tokoh, dan seluruh masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi kami,” katanya.
Selain agenda study tiru, kunjungan tersebut juga menjadi momentum khusus bagi rombongan Desa Bangsalan. Kegiatan sekaligus menjadi bagian dari perpisahan dengan Titin Ning Dias Rukmini, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Desa Bangsalan.
Momen tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah desa, perangkat, lembaga desa, serta masyarakat untuk mengenang kebersamaan selama masa kepemimpinan Titin Ning Dias Rukmini, sekaligus mempererat silaturahmi.
Boby juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan Bendung beserta seluruh kelompok masyarakat yang telah menerima rombongan Desa Bangsalan dengan baik, meskipun kunjungan dilaksanakan pada hari Minggu.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih. Semoga hasil dari sini nanti membawa inspirasi dan ilmu baru bagi kami sehingga bisa kami terapkan di Bangsalan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, rombongan diharapkan dapat membawa pulang berbagai pengalaman dan gagasan baru, khususnya mengenai pengelolaan potensi desa, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, budaya, serta UMKM yang dapat dikembangkan sesuai kondisi Desa Bangsalan.(*)