35 Inovasi Terbaik Ponorogo Siap Unjuk Gigi di Kemilau Pekan Raya 2026

|
30 Oktober 2026
|
35 Inovasi Terbaik Ponorogo Siap Unjuk Gigi di Kemilau Pekan Raya 2026

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Ajang Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 bakal menjadi panggung bagi puluhan inovator daerah untuk memperkenalkan karya dan terobosan terbaiknya. Sebanyak 35 finalis Ponorogo Inotek Award 2026 dijadwalkan menampilkan inovasi unggulan masing-masing dalam Expo yang berlangsung pada 3–5 November 2026.


Puluhan finalis tersebut merupakan hasil seleksi dari 78 inovasi yang sebelumnya didaftarkan oleh berbagai lembaga. Pesertanya cukup beragam, mulai dari institusi pendidikan, perguruan tinggi, organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, hingga sektor pelayanan kesehatan.


Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Ponorogo Inotek Award yang dimulai sejak Mei 2026 ini mendapat respons positif. Banyaknya inovasi yang masuk menjadi gambaran bahwa potensi kreativitas di lingkungan lembaga dan instansi di Ponorogo cukup besar.


Dari keseluruhan peserta, kompetisi dibagi menjadi tujuh kategori. Setiap kategori kemudian diseleksi melalui penilaian administrasi dan substansi untuk mendapatkan lima peserta terbaik yang berhak melanjutkan ke babak final.


“Ketika pertama kali kita membuka kompetisi inovasi ini, ada sekitar 78 inovasi yang ikut berpartisipasi. Dari seluruh peserta tersebut, terpilih 35 finalis yang mewakili tujuh kategori,” kata Luhur, Jumat (30/10/2026).


Kategori yang diperlombakan meliputi pendidikan dasar, yakni SD, SMP, MI, dan MTs; pendidikan menengah meliputi SMA, SMK, dan MA; pendidikan tinggi; OPD; pemerintah desa; serta inovasi di bidang pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas.


Penentuan finalis terbaik juga melalui proses presentasi di hadapan tim juri yang telah berlangsung sekitar dua pekan lalu. Tim penilai melibatkan unsur Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Timur, akademisi, serta jajaran internal pemerintah daerah.


Saat ini, proses kompetisi memasuki tahapan pleno untuk menentukan para pemenang. Hasil penilaian tersebut nantinya diumumkan bersamaan dengan penyerahan penghargaan dalam rangkaian puncak Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026.


Selain memperebutkan gelar juara, para finalis juga memperoleh kesempatan memperkenalkan inovasi mereka kepada masyarakat melalui Expo. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang publikasi sekaligus sarana berbagi gagasan dan pengalaman antarinstansi.


Luhur Apidianto yang juga dipercaya sebagai penanggung jawab Expo 35 Finalis Ponorogo Inotek Award 2026 menyampaikan, setiap peserta akan diberi kesempatan memperlihatkan karakter, kreativitas, serta keunggulan inovasi yang telah dikembangkan di lembaganya.


Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui adanya kompetisi inovasi, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung berbagai hasil pengembangan ide dan kreativitas dari para peserta.


“Melalui Expo ini, masyarakat bisa melihat secara langsung berbagai kreativitas dan inovasi yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga di Ponorogo. Harapannya, inovasi tersebut tidak hanya dikenal di lingkungan masing-masing, tetapi juga bisa memberikan inspirasi bagi pihak lain,” jelasnya.


Panitia telah menyiapkan sejumlah penghargaan bagi peserta terbaik. Pada setiap kategori akan dipilih juara pertama, kedua, dan ketiga, serta juara harapan satu dan harapan dua.


Meski demikian, Luhur menegaskan bahwa Ponorogo Inotek Award tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi dan pemberian penghargaan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana inovasi yang telah dihasilkan bisa terus dikembangkan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Untuk itu, pemerintah daerah berupaya menghubungkan inovasi potensial dengan arah perencanaan pembangunan daerah. Inovasi yang terbukti efektif dan memiliki manfaat luas nantinya berpeluang diterapkan atau direplikasi pada lembaga maupun sektor lainnya.


Salah satu contohnya adalah pengembangan aplikasi pendidikan yang mampu mempermudah kegiatan belajar mengajar. Apabila inovasi tersebut dinilai berhasil, bukan tidak mungkin sistem serupa dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di Ponorogo.


“Prinsipnya, inovasi yang bagus tidak boleh berhenti begitu saja. Kalau ada aplikasi dari sekolah yang terbukti mempermudah proses belajar mengajar, tentu ada peluang untuk direplikasi di sekolah-sekolah lainnya,” tegas Luhur.


Ia berharap kompetisi Ponorogo Inotek Award dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap tahun. Melalui kegiatan ini, semakin banyak lembaga diharapkan berani menghadirkan ide-ide baru, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.


Penyelenggaraan Ponorogo Inotek Award 2026 sekaligus menjadi langkah Pemkab Ponorogo dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. Bukan hanya menghasilkan karya untuk diperlombakan, tetapi juga mendorong lahirnya terobosan yang dapat mendukung peningkatan pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.


“Ke depan, Ponorogo Inotek Award diharapkan bisa menjadi agenda tahunan untuk terus menumbuhkan budaya inovasi di Kabupaten Ponorogo,” pungkasnya.(adv)