Muskab FPTI Ponorogo Tetapkan Lely untuk Periode 2026-2030, Wall Climbing Jadi Perhatian

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Releyanda Solekha Wijayanti, S.I.P., kembali mendapat kepercayaan untuk menakhodai Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Ponorogo periode 2026-2030. Kepercayaan tersebut menjadi kali kedua bagi sosok yang akrab disapa Lely itu dalam memimpin organisasi olahraga panjat tebing di Bumi Reog.
Penetapan tersebut dilakukan melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) FPTI Ponorogo yang berlangsung pada Sabtu (3/10/2026), bertempat di Kantor DPC PDI Perjuangan Ponorogo.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Harian KONI Ponorogo, Sumani, serta dihadiri Ketua FPTI Jawa Timur, jajaran pengurus, dan atlet panjat tebing Kabupaten Ponorogo.
Usai kembali terpilih, Lely menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia berharap kepengurusan mendatang dapat berjalan dengan baik melalui dukungan dan kerja sama seluruh elemen, khususnya pengurus serta para atlet.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mengembangkan olahraga panjat tebing di Ponorogo. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan sarana dan prasarana latihan yang memadai.
Lely mengungkapkan, fasilitas panjat tebing yang selama ini digunakan atlet kondisinya sudah kurang memadai. Terlebih, FPTI Ponorogo hingga kini belum mempunyai fasilitas latihan sendiri.

“Alhamdulillah, pada kepengurusan sebelumnya setiap tahun panjat tebing bisa memberikan kontribusi medali untuk Kabupaten Ponorogo, baik melalui Porprov maupun kejuaraan lainnya,” ungkap Lely.
Meski demikian, ia menilai peningkatan fasilitas sangat diperlukan agar kemampuan atlet semakin berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain yang telah memiliki sarana latihan lebih lengkap.
Salah satu program yang ingin diperjuangkan dalam periode 2026-2030 adalah pembangunan wall climbing atau dinding panjat di kawasan stadion. Lokasi tersebut dinilai strategis karena dapat menyatu dengan fasilitas olahraga lainnya.
“Kami berharap pembangunan wall panjat di area stadion bisa menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Harapannya, keinginan para atlet ini dapat diwujudkan pada tahun anggaran 2027,” jelasnya.
Ia menambahkan, tempat latihan yang digunakan sekarang berada di atas lahan milik instansi lain, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Selain persoalan status lahan, kondisi dan spesifikasi dinding panjat juga sudah perlu diperbarui agar sesuai dengan standar serta kebutuhan latihan atlet saat ini.
Lely turut menyampaikan sejumlah capaian yang berhasil diraih atlet panjat tebing Ponorogo selama kepengurusan sebelumnya. Di antaranya perolehan medali dalam ajang Porprov dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), termasuk raihan medali emas pada Kejurprov.
Selain prestasi di tingkat daerah dan provinsi, ia juga menyoroti pencapaian atlet Ponorogo bernama Berlian yang mampu menorehkan prestasi dalam kompetisi internasional di Singapura dan Tiongkok.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Ponorogo, Sumani, memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus FPTI atas kontribusi dan prestasi yang telah dicapai selama ini.
Ia menyebut panjat tebing menjadi salah satu cabang olahraga unggulan dari 26 cabang olahraga yang berada di bawah pembinaan KONI Ponorogo.
Menurut Sumani, keberhasilan membawa pulang medali dalam berbagai kejuaraan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Selain mempertahankan prestasi yang sudah ada, regenerasi atlet juga perlu mendapatkan perhatian serius.
“Prestasi yang sudah diraih harus kita pertahankan. Kalau memungkinkan, ke depan tentu harus bisa ditingkatkan lagi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh pengurus,” tutur Sumani.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas. Konsistensi latihan, penguasaan teknik, serta mental dan keberanian ketika menghadapi pertandingan juga menjadi faktor penting.
“Keberhasilan seorang atlet itu ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, frekuensi latihan, kedua penguasaan teknik, dan ketiga adalah nyali atau keberanian saat bertanding,” tegasnya.
Dengan kembali terpilihnya Releyanda Solekha Wijayanti sebagai Ketua FPTI Ponorogo, kepengurusan periode 2026-2030 diharapkan mampu melanjutkan capaian positif sebelumnya sekaligus memperkuat pembinaan atlet.
Peningkatan kualitas latihan, regenerasi atlet, serta upaya menghadirkan fasilitas panjat tebing yang lebih representatif menjadi sejumlah agenda yang diharapkan dapat mendukung lahirnya prestasi baru bagi Kabupaten Ponorogo.(*)