Buka Grebeg Bonsai Bumi Reog, Lisdyarita Orbitkan Bonsai Ekonomi Menjanjikan di Ponorogo

Buka Grebeg Bonsai Bumi Reog, Lisdyarita Orbitkan Bonsai Ekonomi Menjanjikan di Ponorogo

SIMETRIS, PONOROGO – Perkembangan pecinta bonsai, baik dari petani, trainner, maupun UMKM yang sangat signifikan menjadi dasar penguatan gelaran Grebeg Bonsai Bumi Reog 2026 di event Grebeg Suro Ponorogo yang dibuka Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Sabtu, (6/6).

Mengambil tema Harmoni Seni di Balik Tradisi, pameran bonsai di halaman Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo menjadi sudut paling menarik bagi para pecinta bonsai dari berbagai daerah termasuk luar daerah

Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita saat membuka acara, memberikan apresiasi positif kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pagelaran Grebeg Bonsai Bumi Reog 2026. Ia menilai bonsai bukan sekedar hoby, namun bagian dari ekonomi kreatif yang menjanjikan.

“Bonsai itu punya daya tarik tersendiri, dan bisa mendatangkan cuan yang sangat besar,” ujarnya.

Sambil berkelakar, ia menyebut bahwa pecinta bonsai itu mayoritas dilakukan oleh kaum laki-laki, “Pencinta bonsai itu romantis dan penyayang, bonsai saja disayang-sayang apalagi istrinya,” candaannya.

Sambil berkeliling melihat ratusan bonsai yang berjejer rapi, ia mengungkapkan harapannya kedepan ada Pameran Nasional Bonsai di Ponorogo, hal ini bisa menguatkan para pecinta bonsai, Muali dari petani bonsai trainner, maupun UMKM sarana, pupuk, tanam dan perawatan bonsai.

Sementara Ketua Panitia Grebeg Bonsai Bumi Reog, Himawan yang juga tergabung dalam Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Ponorogo, menjelaskan bahwa pameran dan kontes ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, peserta meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Antusias peserta luar biasa, banyak pemain pemula yang tumbuh subur di Ponorogo bahkan penjualannya pun mulai merambah di media sosial dengan live,” ujarnya.

Sedangkan secara total terdapat 358 bonsai yang dipamerkan, mulai dari kelas bahan ada 175, kelas semi matang ada 81, kelas matang ada 20 dan golden small ada 82, dengan peserta datang dari berbagai wilayah seperti Pacitan, Tulungagung, Sukoharjo, Ngawi, Trenggalek, Magetan, Madiun, Wonogiri, Grobogan, Blora, Pasuruan, Lampung hingga Palembang, serta tuan rumah Ponorogo.

Menurut Himawan, kualitas bonsai yang ditampilkan sudah mendekati standar nasional. Perkembangan bonsai di Ponorogo sangat luar biasa. Kualitas pohon yang ditampilkan sudah layak untuk level pameran nasional.

Banyaknya bonsai-bonsai di Ponorogo dari produk alam menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta bonsai, hak menciptakan daya beli pasar. Bonsai kini tak lagi sekadar seni klasik, tetapi telah menjelma menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus peluang usaha yang menjanjikan.

Sebagai informasi pameran dan kontes bonsai ini berlangsung selama 6–9 Juni 2026 di halaman Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, dan menjadi salah satu agenda pendukung Grebeg Suro 2026, yang ikut mendongkrak ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat Ponorogo. (*)