Semua Atlet Gulat Ponorogo Raih Medali pada Kejurprov Gulat di Mojokerto
SIMETRIS NEWS – PONOROGO – Kontingen Gulat Kabupaten Ponorogo menempati posisi ke-13 dari 26 kabupaten/kota dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat di Mojokerto, 12-14 Juni 2026, dengan perolehan 3 medali emas, 2 medali perak, dan 4 medali perunggu.
Sebanyak 9 atlet diterjunkan, terdiri dari 7 atlet dari SMP Negeri 1 Siman, 1 atlet dari SMK Pemkab Ponorogo, dan 1 atlet dari MA Al Islah. Dari sembilan atlet yang bertanding, seluruhnya berhasil menyumbangkan medali dengan rincian 3 medali emas, 2 medali perak, dan 4 medali perunggu.
Tiga medali emas dipersembahkan oleh:
- Bekti (kelas 90+ kg)
- Aro (kelas 80 kg)
- Ahmad Nur (kelas 85 kg)
Dua medali perak diraih oleh:
- Nabila (kelas 48 kg)
- Saipul (kelas 65 kg)
Sementara empat medali perunggu disumbangkan oleh:
- Hanny (kelas 60 kg)
- Arcel (kelas 85 kg)
- Amirul (kelas 58 kg)
- Michel (kelas 55 kg)

Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Ponorogo, I Made Chandra, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih para atlet meskipun masih belum sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Kami masih kurang puas karena target kami sebenarnya adalah meraih 4 medali emas, sementara hasil yang diperoleh saat ini adalah 3 medali emas,” ujarnya.
lebih lanjut, ia menambahkan bahwa cabang olahraga gulat di Ponorogo masih tergolong baru. Masih sekitar dua tahun terakhir cabor gulat mulai berkembang. Meski demikian, ia optimistis perkembangan gulat di Ponorogo akan semakin baik ke depannya. Ia berharap olahraga gulat semakin dikenal masyarakat sehingga mampu menarik minat generasi muda untuk bergabung dan berlatih.
“Semoga gulat lebih dikenal di Ponorogo dan semakin banyak yang tertarik dengan cabang olahraga ini, sehingga akan lahir bibit-bibit atlet baru yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ponorogo pada berbagai event dan kejuaraan berikutnya,” pungkasnya.
Prestasi yang diraih kali ini menjadi modal berharga bagi perkembangan olahraga gulat di Ponorogo sekaligus membuktikan bahwa atlet-atlet muda daerah memiliki potensi besar untuk bersaing dan meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi. (*)