SPPG Patihan Kidul Sajikan Nasi Liwet Merah Putih untuk 2.612 Penerima MBG

|
18 August 2026
|
SPPG Patihan Kidul Sajikan Nasi Liwet Merah Putih untuk 2.612 Penerima MBG

SIMETRIS NEWS, PONOROGO – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di SPPG Patihan Kidul, Kecamatan Siman, Ponorogo. Selasa (18/8/2026), SPPG Patihan Kidul menghadirkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bernuansa merah putih bagi 2.612 penerima manfaat.

Ahli Gizi SPPG Patihan Kidul, Frisilia Elista, mengatakan menu khusus tersebut dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap momentum kemerdekaan sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi penerima manfaat.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi liwet merah putih sebagai sumber karbohidrat, daging serundeng gepuk sebagai sumber protein hewani, kering tempe sebagai protein nabati, tumis kacang panjang dan selada sebagai sumber serat, serta jeruk sebagai sumber vitamin.

“Tema kemerdekaan tetap terasa, tetapi komposisinya tetap memperhatikan kebutuhan gizinya,” ujar Frisilia.

Menurutnya, konsep menu merah putih tidak hanya mengedepankan tampilan makanan. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada anak-anak.

Nasi liwet, daging gepuk, tempe hingga sayuran menjadi contoh bahwa makanan bergizi dapat dikembangkan dari bahan pangan dan kekayaan kuliner Indonesia. Penggunaan bahan pangan lokal juga diharapkan ikut mendukung petani maupun peternak di daerah.

Frisilia menambahkan, penyusunan menu spesial tersebut merupakan hasil kolaborasi dirinya sebagai ahli gizi bersama Kepala SPPG Patihan Kidul, Winda. Meski MBG tetap mengikuti siklus menu yang telah disusun, pada momentum tertentu pihaknya berupaya menghadirkan menu yang lebih menarik tanpa mengabaikan aspek gizi.

“Menu MBG biasanya mengikuti siklus menu. Namun pada momen seperti Hari Kemerdekaan, kami ingin memberikan suasana yang lebih spesial sekaligus menjadi sarana edukasi gizi dan budaya,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi pengolahan, kreasi Nasi Liwet Merah Putih juga membutuhkan persiapan khusus. Sri Wahyuni, anggota tim pengolahan atau koki, mengatakan ide menu bernuansa merah putih tersebut berawal dari masukan ahli gizi yang kemudian dibahas dan disepakati bersama oleh tim.

Untuk menghasilkan warna merah, tim menggunakan bahan alami berupa angkak, sedangkan bagian putih menggunakan beras biasa. Pemilihan angkak dilakukan agar warna merah tetap menarik tanpa mengubah tekstur nasi.

“Kami tidak menggunakan beras merah asli karena teksturnya cenderung lebih keras dan dikhawatirkan tidak serasi saat disandingkan dengan nasi putih. Jadi, kami memilih pewarna alami dari angkak agar teksturnya tetap lembut dan rasanya tidak berubah,” jelas Sri Wahyuni.

Menurutnya, proses pengolahan memang sedikit lebih rumit dibandingkan menu pada hari biasa karena harus menyiapkan nasi dengan dua warna. Namun, seluruh proses tetap dilakukan dengan memperhatikan cita rasa dan kualitas makanan.

Kesibukan serupa juga dirasakan tim pemorsian. Koordinator Tim Pemorsian, Sherly Kurniawati, mengatakan penyajian nasi liwet merah putih membuat alur kerja tim sedikit berbeda.

Jika biasanya petugas hanya mengambil satu jenis nasi putih, kali ini harus menyiapkan dua wakul yang masing-masing berisi nasi merah dan nasi putih.

“Hari ini benar-benar istimewa! Biasanya cuma ambil nasi putih saja, tapi hari ini ada dua wakul: merah dan putih. Harapannya anak-anak suka dan makanan hari ini habis semua, karena menunya memang sangat enak,” ungkap Sherly.

Selain tampilan nasi yang bernuansa merah putih, kehadiran daging sapi serundeng sebagai lauk utama juga menambah keistimewaan menu MBG dalam suasana peringatan kemerdekaan.

Adapun 2.612 penerima manfaat tersebut berasal dari 30 sekolah dan kelompok penerima lainnya. Rinciannya terdiri atas 601 siswa TK, 1.113 siswa SD/MI, 341 siswa SMP/MTs, 230 guru, 185 balita, 59 ibu menyusui, 19 ibu hamil, serta 64 penerima untuk kebutuhan organoleptik.

Melalui menu bertema kemerdekaan tersebut, SPPG Patihan Kidul ingin menunjukkan bahwa makanan bergizi tidak harus monoton. Seporsi MBG sekaligus dapat menjadi sarana mengenalkan pangan lokal, kekayaan kuliner Indonesia, serta nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Kreasi Nasi Liwet Merah Putih pun menjadi salah satu bentuk sederhana bagaimana momentum kemerdekaan dapat dihadirkan melalui makanan yang sehat, bergizi, menarik, sekaligus sarat dengan nuansa kebangsaan.(*)